Duta Besar Jepang Dukung Posisi Negara Terkait Taiwan di PBB
Duta Besar Jepang untuk PBB, Kazuyuki Yamazaki, mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membela posisi Jepang mengenai Taiwan. Surat ini sebagai tanggapan terhadap tuduhan China atas pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang dianggap melanggar norma internasional.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Dalam suratnya, Yamazaki menegaskan bahwa pernyataan Takaichi tidak dimaksudkan seperti yang ditafsirkan oleh China dan menolak tuduhan bahwa Jepang berencana mengerahkan Pasukan Bela Diri di Taiwan.
Yamazaki menegaskan bahwa pernyataan Takaichi pada 7 November tidak dimaksudkan seperti yang disampaikan oleh China. Ia menambahkan bahwa Jepang tidak memiliki niat untuk mengerahkan Pasukan Bela Diri Jepang di Taiwan, yang dituduhkan oleh Beijing.
Posisi Jepang mengenai Taiwan, lanjutnya, tetap konsisten sejak tahun 1972, sejalan dengan Japan-China Joint Communique yang mengatur normalisasi hubungan kedua negara. Yamazaki juga menggarisbawahi pentingnya dialog konstruktif dalam mengatasi permasalahan perdagangan antara Jepang dan China.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Pekan lalu, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mengirim surat yang berisi pengaduan mengenai komentar Takaichi tentang Taiwan. Fu mengklaim bahwa pernyataan tersebut melanggar hukum internasional dan norma diplomatik, serta mengindikasikan niat militer Jepang dalam urusan China.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah Takaichi menyatakan bahwa Jepang mungkin terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan. China mengecam pernyataan tersebut dan meminta Takaichi untuk menarik ucapannya, namun ia menolak permintaan itu.
Sebagai respons terhadap situasi yang memanas, China telah melarang warganya untuk bepergian ke Jepang dan menghentikan impor produk laut, serta penayangan anime. Masalah Taiwan dianggap sebagai garis merah oleh China, yang berkomitmen untuk menyatukan Taiwan, bahkan dengan kekuatan militer jika diperlukan.
Pada Senin (24/11), juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan pentingnya meredakan ketegangan melalui dialog. Dujarric menambahkan bahwa surat yang dikirim ke PBB akan diproses oleh organisasi tersebut dan semua negara anggota.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: