Taiwan Terbitkan Buku Panduan Kesiapsiagaan Bencana dan Ancaman Militer
Taiwan baru saja menerbitkan buku panduan untuk membantu warganya bersiap menghadapi bencana alam dan kemungkinan serangan militer dari China. Buku ini berisi informasi penting mengenai persediaan yang harus disiapkan dan langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi darurat.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Direktur Badan Mobilisasi Pertahanan Menyeluruh, Shen Wei-chih, menyatakan bahwa panduan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana dan agresi militer.
Buku panduan ini mencakup daftar barang yang perlu disimpan di rumah maupun dalam tas darurat. Informasi yang terdapat di dalamnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya persiapan di tengah ancaman yang ada.
Shen Wei-chih mengungkapkan, "Adanya bencana alam seperti topan dan ancaman militer China, kami mau masyarakat sadar kami semakin siap, semakin aman." Buku ini menekankan agar informasi yang diberikan dipahami dengan baik untuk mengurangi kepanikan saat terjadi krisis.
Panduan ini juga menyarankan agar setiap rumah memiliki persediaan pangan untuk satu minggu dan tas darurat lengkap dengan peralatan yang diperlukan. Ini termasuk kantong tidur kecil yang dapat diakses dengan cepat saat keadaan darurat.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Dalam buku ini dijelaskan berbagai potensi ancaman militer yang mungkin dihadapi Taiwan, mulai dari sabotase kabel bawah laut hingga penetapan zona larangan terbang sepihak. Informasi ini bertujuan mempersiapkan masyarakat agar mampu menjaga diri dalam situasi darurat.
Di samping ancaman fisik, panduan ini mengingatkan tentang bahaya keamanan siber dari aplikasi-aplikasi yang dikembangkan di China, seperti DeepSeek, WeChat, TikTok, dan RedNote. Aplikasi tersebut berpotensi melanggar privasi dan mengungkap informasi penting kepada musuh.
Panduan ini juga menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan operasi militer, di mana masyarakat diminta untuk tidak memotret pergerakan pasukan agar informasi strategis tidak bocor.
Kementerian Pertahanan Taiwan berencana mencetak sekitar 11 juta eksemplar buku panduan ini, termasuk 105.000 salinan dalam bahasa Inggris. Buku ini ditargetkan untuk menjangkau 9,8 juta rumah tangga di Taiwan, dengan distribusi dimulai minggu ini dan diperkirakan selesai pada bulan Januari mendatang.
Langkah ini sejalan dengan tindakan negara-negara seperti Swedia dan Finlandia yang juga memperbarui panduan perang untuk warganya di tengah penguatan pertahanan global. Ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat, termasuk konflik di Ukraina.
Taiwan sendiri sebagai sebuah negara dengan pemerintahan demokratis yang diatur secara mandiri, tetap dianggap sebagai bagian dari wilayah China. Beijing telah menyatakan komitmennya untuk merebut Taiwan dengan kekuatan jika diperlukan.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: