BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 14:54 WIB

Investigasi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Laporan Bullying Diabaikan

Investigasi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Laporan Bullying DiabaikanInvestigasi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Laporan Bullying Diabaikan

Eks Kepala Densus 88 Antiteror, Komjen Marthinus Hukom, mengungkapkan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sebelumnya pernah melapor tentang tindakan bullying kepada pihak sekolah, namun laporan tersebut diabaikan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks penyelidikan insiden yang melukai puluhan siswa dan guru di sekolah tersebut.

Pernyataan Eks Kepala Densus Mengenai Bullying di Sekolah

Marthinus Hukom menjelaskan bahwa informasi tentang laporan bullying didapat dari hasil pemeriksaan penyidik dan keterangan siswa. Ia menegaskan, 'Itu kan dari hasil investigasi anak-anak penyidik di lapangan ya. Bahwa dia bersama temannya itu pernah lapor ke sekolah bahwa dia di-bully, tapi tidak ditanggapi.'

Catatan pribadi terduga pelaku yang berstatus anak berkonflik dengan hukum memberikan penekanan lebih lanjut mengenai situasi ini. Dalam buku catatan tersebut, terduga pelaku menyampaikan rasa putus asa serta ketidakberdayaan akibat laporan yang diabaikan.

Marthinus menekankan pentingnya sikap terbuka dari pihak sekolah terhadap isu perundungan. Ia mengutip pernyataan dari terduga pelaku, 'Untuk apa percaya sama Tuhan, kita lapor kepada sekolah aja juga tidak ada keadilan,' sebagai gambaran dari frustrasi yang dirasakannya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Tanggapan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta

Kepala SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, membantah adanya laporan tentang bullying dari siswa ataupun guru. Ia mengatakan, 'Yang saya panggil memang satu, lalu saya minta tolong ke tiga guru BK lainnya, ‘siapa yang sudah dihubungi?’ Ternyata jawabannya, ‘Bu, kami enggak ada (laporan soal bully),’.

Tetty juga menyatakan bahwa ia telah melakukan pendekatan kepada siswa untuk memperoleh informasi lebih lanjut. 'Ya, sepengakuan anak-anak itu, mereka tidak tahu sebenarnya anak ini (pelaku) di-bully atau tidak,' tambahnya.

Ia memastikan tidak ada informasi yang menunjukkan adanya perundungan terhadap terduga pelaku, mengindikasikan bahwa pendekatan yang dilakukan bertujuan menciptakan ruang nyaman bagi siswa untuk berbagi.

Kronologi dan Dampak Ledakan

Ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB saat siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat. Ledakan pertama terjadi saat khotbah berlangsung, diikuti oleh ledakan kedua dari arah yang berbeda.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka. Terduga pelaku dilaporkan merupakan siswa dari sekolah tersebut dengan kemungkinan mengalami perundungan.

Pihak kepolisian juga menemukan benda yang mirip dengan airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian. Namun, setelah pemeriksaan, diketahui bahwa benda tersebut adalah senjata mainan, sedangkan motif dan penyebab pasti dari ledakan masih dalam penyelidikan.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Investigasi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Laporan Bullying Diabaikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!