BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 13:47 WIB

Imbauan Densus 88: Pengawasan Daring untuk Melindungi Anak dari Radikalisasi

Imbauan Densus 88: Pengawasan Daring untuk Melindungi Anak dari RadikalisasiImbauan Densus 88: Pengawasan Daring untuk Melindungi Anak dari Radikalisasi

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengeluarkan imbauan kepada orang tua agar selalu mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah anak-anak menjadi korban ideologi radikal dan target rekrutmen teroris.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Juru bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menekankan kendali orang tua sangat signifikan dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif di dunia maya. Ia mengingatkan bahwa media sosial dan game online kerap dijadikan alat oleh kelompok teroris untuk menarik perhatian anak-anak.

Peran Orang Tua dalam Pengawasan Daring

Dalam sebuah jumpa pers di Mabes Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa orang tua seharusnya secara aktif memeriksa perangkat ponsel anak-anaknya. 'Ambil handphone (ponsel) putra-putrinya, secara sidak seperti itu,' ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pengetahuan orang tua mengenai teknologi menjadi kunci dalam pengawasan yang efektif. Kelompok teror diketahui memanfaatkan media sosial untuk menanamkan ideologi mereka kepada anak-anak.

Mayndra juga menggarisbawahi pentingnya pemahaman terhadap latar belakang agama yang digunakan sebagai alat doktrinasi. 'Mungkin ada pertanyaan seperti ini, ya, 'manakah yang lebih baik antara Pancasila dengan kitab suci?',' kata Mayndra.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Tanggung Jawab Kementerian dan Peran Media

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah menyerukan kepada orang tua untuk lebih melek terhadap media. Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, menekankan pentingnya media dalam pengembangan anak-anak.

'Orang tua dengan keterbukaan teknologi dan informasi ini, orang tua juga harus dituntut untuk melek media,' ujarnya, menyoroti perlunya orang tua memperhatikan perkembangan anak.

Ratna mengingatkan bahwa orang tua sering kali terlambat dalam mendeteksi perubahan perilaku anak. 'Sensitivitas orang tua menjadi sangat penting, keluarga menjadi sangat penting,' tuturnya.

Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak. Margaret Aliyatul, Ketua KPAI, mengingatkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas anak baik di dunia nyata maupun maya harus selalu dilakukan.

'Tentu orang tua harus punya komunikasi yang baik dengan anak, jangan abai anak berteman dengan siapa di media sosial,' katanya.

Margaret merekomendasikan orang tua untuk memeriksa grup yang diikuti anak serta membuat kesepakatan mengenai pemeriksaan perangkat. 'Cek anak bergabung dengan grup apa saja,' pungkasnya.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Imbauan Densus 88: Pengawasan Daring untuk Melindungi Anak dari Radikalisasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!