BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 18:09 WIB

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi di NYU Langone Health: Harapan Baru bagi Pasien

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi di NYU Langone Health: Harapan Baru bagi PasienKemajuan Transplantasi Ginjal Babi di NYU Langone Health: Harapan Baru bagi Pasien

Para dokter di NYU Langone Health melaporkan kemajuan signifikan dalam upaya menjadikan transplantasi ginjal babi sebagai alternatif bagi pasien manusia.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Studi terbaru ini datang di tengah meningkatnya kebutuhan akan donor ginjal yang tidak dapat terpenuhi oleh ketersediaan organ yang ada.

Upaya Transplantasi dan Tantangan Imunologi

Xenotransplantasi, atau transplantasi organ lintas spesies, menghadapi tantangan utama dalam bentuk penolakan terhadap organ oleh sistem imun manusia.

Keterbatasan yang ada pada jumlah donor ginjal semakin membuat penelitian terhadap organ babi menjadi sangat relevan dan mendesak.

Dua studi yang diterbitkan di jurnal Nature baru-baru ini menjelaskan cara-cara untuk mencegah tubuh manusia menyerang ginjal babi yang telah dimodifikasi.

Detail Uji Coba Terbaru

Dalam laporan yang diterbitkan oleh BBC, para dokter NYU melakukan transplantasi ginjal babi yang telah dimodifikasi genetik ke dalam tubuh seorang donor otak mati, Maurice Miller, berusia 57 tahun.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Miller ingin menyumbangkan organ, tetapi tidak bisa karena riwayat kanker; keluarga memutuskan untuk menyumbangkan seluruh tubuhnya untuk penelitian.

Selama 61 hari, tubuh Miller dipertahankan dengan ventilator, dan tim peneliti secara berkala mengambil biopsi ginjal serta memantau darah dan jaringan lainnya.

Kemajuan dalam Imunosupresi

Dua kali terjadi episode penolakan terhadap ginjal, tetapi untuk pertama kalinya, episode penolakan tersebut berhasil dikendalikan dengan obat yang ada, sehingga ginjal tetap berfungsi.

Dr. Robert Montgomery, peneliti utama, menyatakan bahwa temuan ini menggambarkan jenis obat imunosupresif yang paling efektif untuk penerima organ babi di masa mendatang.

"Ini adalah pertama kalinya kita benar-benar bisa memahami episode penolakan ginjal babi dari awal sampai akhir pada tubuh manusia," kata Montgomery.

Riset ini menjadi langkah penting setelah berbagai kemajuan sebelumnya, termasuk kasus pasien hidup, Tim Andrews, yang berhasil menggunakan ginjal babi selama 271 hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi di NYU Langone Health: Harapan Baru bagi Pasien

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!