Ketegangan Meningkat: China Serukan Warganya untuk Hindari Perjalanan ke Jepang
Pemerintah China baru-baru ini mengeluarkan seruan kepada warganya untuk tidak bepergian ke Jepang. Seruan ini dipicu oleh pernyataan perdana menteri Jepang yang mengindikasikan kemungkinan keterlibatan Jepang dalam konflik antara China dan Taiwan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Pernyataan tersebut dianggap provokatif dan menambah ketegangan yang sudah ada antara kedua negara, terutama terkait klaim teritorial China atas Taiwan yang terletak hanya sekitar 100 kilometer dari Jepang.
Pada 7 November 2025, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyoroti kemungkinan keterlibatan Jepang dalam konflik yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan. Pernyataan ini ditafsirkan oleh banyak pihak sebagai sinyal bahwa Jepang akan merespons jika terjadi agresi China terhadap Taiwan.
Sebagai langkah balasan, pada 14 November, pemerintah China memanggil duta besar Jepang untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Tokyo juga melakukan langkah serupa dengan memanggil duta besar China setelah adanya unggahan daring yang dianggap 'tidak pantas'.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Kedutaan Besar China di Jepang kemudian merilis peringatan melalui platform WeChat, mengingatkan warganya tentang risiko yang mungkin timbul akibat pernyataan pemimpin Jepang. Dalam unggahan tersebut, disampaikan bahwa situasi ini dapat mengancam keselamatan pribadi warga China yang berada di Jepang.
Kedutaan pun menginstruksikan warga China untuk menghindari perjalanan ke Jepang, menekankan, 'Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar serta Konsulat China di Jepang dengan sungguh-sungguh mengingatkan warga negara China untuk menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat.'
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan tegas tidak akan menoleransi upaya kemerdekaan Taiwan. Sejak dikuasai Jepang hingga tahun 1945, Taiwan menjadi isu sensitif bagi hubungan bilateral antara China dan Jepang.
Jepang, di sisi lain, terus mempertegas posisinya terkait Taiwan yang tidak mengalami perubahan, meskipun hubungan dengan China semakin memburuk setelah pernyataan perdana menteri Jepang.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: