Pertentangan Pernyataan Seputar Pemilihan KGPAA Hamangkunegoro sebagai Paku Buwono XIV
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kesepakatan yang berkaitan dengan pemilihan KGPAA Hamangkunegoro sebagai Paku Buwono XIV.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Pernyataan ini langsung bertentangan dengan klaim yang disampaikan oleh putri tertua Paku Buwono XIII mengenai kehadiran Respati Ardi dalam momen tersebut.
Putri tertua Paku Buwono XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, sebelumnya mengungkapkan bahwa KGPH Mangkubumi telah sepakat untuk menunjuk KGPAA Hamangkunegoro sebagai penerus raja di Keraton Solo.
Ia menyatakan bahwa kesepakatan itu terjadi di hadapan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, serta Wali Kota Solo, Respati Ardi.
Dalam penjelasannya, Gusti Rumbay mengatakan, "Kami sudah berbicara, bahkan di hadapan Gubernur, Bapak Respati dan Bapak Gibran," yang menegaskan pentingnya momen tersebut dalam sejarah Keraton Solo.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Respati Ardi memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut, membantah keterlibatannya dalam kesepakatan itu dan mengungkapkan, "Oh, itu cuman terkait diskusi, terkait pengamanan pada waktu besok ketika pemakaman."
Ia menekankan bahwa pembicaraan yang berlangsung saat itu lebih difokuskan pada keamanan dan kondusivitas Kota Solo, bukan mengenai isu suksesi PB XIV.
Respati lebih lanjut mengatakan, "Kondusivitas saja. Sudah. Saya malah belum tahu ya, mungkin bisa ditanya, silakan," yang menunjukkan ketidakjelasannya tentang isu suksesi yang sedang hangat dibicarakan.
Respati Ardi menyatakan bahwa saat ini dirinya belum menerima undangan resmi untuk acara Jumenengan atau penobatan KGPAA Hamangkunegoro, yang direncanakan berlangsung pada Sabtu (15/11) mendatang.
Ia menekankan, "Di meja saya belum ada," menandakan ketiadaan informasi resmi yang diterimanya terkait kegiatan tersebut.
Walaupun demikian, Respati menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi kegiatan Jumenengan, bersamaan dengan agenda-agenda lain di Kota Solo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: