BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 13:00 WIB

Tragedi KKN: Enam Mahasiswa UIN Walisongo Tewas Terseret Banjir

Tragedi KKN: Enam Mahasiswa UIN Walisongo Tewas Terseret BanjirTragedi KKN: Enam Mahasiswa UIN Walisongo Tewas Terseret Banjir

Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kehilangan nyawa mereka akibat banjir saat menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kendal, Jawa Tengah.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Rektor UIN Walisongo, Nizar, mengungkapkan bahwa institusi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program KKN guna meningkatkan keselamatan mahasiswa di kegiatan mendatang.

Pencarian Korban dan Tindakan Universitas

Pencarian terhadap mahasiswa yang dianggap hilang akhirnya membuahkan hasil setelah seluruh korban ditemukan. Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti, ditemukan pada Rabu malam, 5 November 2025, dengan jarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.

Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, mengonfirmasi bahwa 'yang ditemukan warga itu adalah korban terakhir yang sedang dicari.' Pencarian tersebut mengakhiri tugas tim SAR dan masyarakat setempat yang dikerahkan dalam proses pencarian.

Sebagai respons terhadap tragedi ini, UIN Walisongo menurunkan tim pendamping dan dosen pembimbing KKN untuk mendampingi keluarga korban dan membantu proses pencarian. Langkah ini menunjukkan perhatian universitas dalam menangani situasi darurat semacam ini.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Kronologi Kejadian

Tragedi ini bermula pada Selasa, 4 November 2025, ketika 15 mahasiswa UIN Walisongo tengah melaksanakan KKN di Desa Getas, Singorojo. Saat itu, sekitar pukul 13.30 WIB, mereka melakukan aktivitas bermain air di sungai yang berdekatan dengan lokasi KKN.

Kira-kira setengah jam kemudian, hujan deras di hulu sungai menyebabkan peningkatan debit air yang cepat. 'Sembilan orang berhasil menyelamatkan diri, namun enam lainnya tak mampu menyelamatkan diri dan hanyut dihempas arus deras,' kata seorang saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

Warga setempat dengan sigap melakukan upaya penyelamatan dan segera melaporkan kejadian itu kepada tim SAR untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan kepedulian dan respons cepat masyarakat terhadap situasi darurat.

Evaluasi Program KKN

Menyikapi insiden tragis ini, Rektor UIN Walisongo, Nizar, menekankan perlunya evaluasi program KKN untuk mengedepankan keselamatan mahasiswa di masa mendatang. 'Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas,' ungkapnya.

Di samping itu, beliau mencatat pentingnya mitigasi risiko dalam setiap kegiatan pengabdian masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan KKN harus dilaksanakan dengan kesiapsiagaan dan perhatian penuh terhadap faktor keselamatan.

Dengan adanya evaluasi menyeluruh, diharapkan insiden serupa tidak terulang di masa depan, terutama di saat kondisi cuaca yang tidak menentu. Upaya ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga keselamatan di lapangan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tragedi KKN: Enam Mahasiswa UIN Walisongo Tewas Terseret Banjir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!