BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 22:14 WIB

Rangkaian Fenomena Astronomi Menarik di November 2025

Rangkaian Fenomena Astronomi Menarik di November 2025Rangkaian Fenomena Astronomi Menarik di November 2025

November 2025 akan menjadi bulan yang menakjubkan bagi para pengamat langit. Berbagai fenomena astronomi langka, mulai dari supermoon hingga hujan meteor, akan menghiasi malam.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Salah satu sorotan adalah supermoon pada 5 November, di mana Bulan akan tampak lebih besar dan terang dari biasanya. Selain itu, terdapat serangkaian peristiwa memukau lainnya yang siap memanjakan mata.

Fenomena Utama Langit November

Tanggal 5 November 2025, fenomena supermoon beaver moon akan menghiasi langit. Pada waktu ini, Bulan akan berada di fase purnama dan terdekat dengan Bumi, menjadikannya terlihat lebih besar dan cerah.

Istilah 'beaver moon' berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika yang menandai masa menangkap berang-berang menjelang musim dingin. Waktu terbaik untuk menikmati pemandangan ini adalah setelah matahari terbenam hingga menjelang tengah malam.

Selanjutnya, hujan meteor Taurid diperkirakan aktif dari tanggal 4 hingga 5 November, dengan puncak muncul dari arah rasi bintang Taurus. Namun, cahaya bulan purnama bisa mengurangi visibilitas meteor ini.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Puncak Hujan Meteor dan Fase Bulan

Hujan meteor Taurid Utara akan mencapai puncaknya pada 12 November 2025, dengan kilatan berasal dari debu Komet Encke. Meskipun cuaca dapat menjadi penghalang, waktu terbaik untuk melihatnya adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar.

Kemudian, pada 17 November, hujan meteor Leonid akan mencapai puncaknya. Walaupun badai besar tidak diprediksi, pengamat diperkirakan masih bisa melihat puluhan meteor melintas di langit malam.

Bulan selanjutnya, pada 20 November, berada di fase new moon. Pada fase ini, permukaan Bulan tidak terkena cahaya Matahari, membuatnya tampak redup dan ideal untuk mengamati objek langit lainnya.

Akhir Bulan yang Menakjubkan

Menjelang akhir bulan, hujan meteor Orionid akan terlihat pada 28 November. Fenomena ini berasal dari debu komet Halley dan dikenal dengan kecepatannya yang tinggi, sering dapat diamati dengan mata telanjang.

Pada hari yang sama, Saturnus akan mengakhiri fase retrograde-nya. Setelah beberapa bulan terlihat seolah bergerak mundur, Saturnus akan kembali ke lintasan normal, menjadikannya waktu ideal untuk pengamatan teleskop.

Untuk pengalaman pengamatan yang optimal, penting memilih lokasi jauh dari polusi cahaya dan menggunakan aplikasi peta bintang. Selain itu, memperhatikan kondisi cuaca juga krusial agar bisa menikmati keindahan langit dengan jelas.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rangkaian Fenomena Astronomi Menarik di November 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!