BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 17:11 WIB

Penemuan Kasus Tuberkulosis di Jakarta: Langkah Dari Skrining Hingga Pengobatan

Penemuan Kasus Tuberkulosis di Jakarta: Langkah Dari Skrining Hingga PengobatanPenemuan Kasus Tuberkulosis di Jakarta: Langkah Dari Skrining Hingga Pengobatan

Pemerintah Provinsi Jakarta melaporkan penemuan 46.308 kasus tuberkulosis (TBC) baru hingga 22 Oktober 2025, melebihi separuh dari target tahunan sebesar 70.258 kasus.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebutkan bahwa penemuan ini merupakan hasil dari skrining yang dilakukan terhadap 68.000 orang yang diduga terpapar TBC.

Proses Penemuan Kasus TBC

Dari total 68.000 orang yang dikenakan skrining, hasil laboratorium menunjukkan 46.308 kasus positif TBC. Langkah ini dianggap sangat penting untuk memastikan diagnosis yang akurat dan cepat.

Sebagian besar kasus terdeteksi melalui rumah sakit, dengan Pemprov Jakarta membentuk kerja sama dengan 118 rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah ibukota.

Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa deteksi dini memiliki peranan vital, karena penemuan kasus yang lebih awal dapat meningkatkan peluang pengobatan dan pemulihan pasien.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Tingkat Pengobatan dan Fasilitas Kesehatan

Dari 46.308 pasien baru yang terdiagnosa, 90% telah memulai proses pengobatan, yaitu sekitar 41.628 orang. Sementara itu, sejumlah pasien masih dalam tahap persuasi untuk menjalani pengobatan lebih lanjut.

Pengobatan TBC dapat dilakukan di 832 fasilitas kesehatan, termasuk pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit swasta, dan klinik yang tersebar di Jakarta.

Ani menekankan bahwa pasien perlu menjalani pengobatan tanpa terputus selama enam bulan untuk menghindari resistensi obat, yang dapat memperumit proses penyembuhan dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar.

Upaya dalam Menangani Kasus TBC Resistan Obat

Pemprov Jakarta mengarahkan perhatian pada penanganan tuberkulosis resistan obat (TBRO) dengan menyediakan layanan khusus di rumah sakit dan balai kesehatan yang memiliki fasilitas untuk menangani kasus TBRO.

Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya strain TBC yang lebih kuat dan menular, yang dapat menjadi ancaman kesehatan yang serius di masyarakat.

Upaya penyuluhan masyarakat juga diperkuat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyelesaikan pengobatan TBC hingga tuntas, guna mencegah lebih banyak kasus di masa mendatang.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penemuan Kasus Tuberkulosis di Jakarta: Langkah Dari Skrining Hingga Pengobatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!