Pembangunan Sekolah Terintegrasi: Langkah Besar Menuju Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang merumuskan konsep sekolah terintegrasi yang akan menjangkau semua jenjang pendidikan dari SD hingga SMA di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya program ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta pemerataan akses bagi setiap anak di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa rencana untuk membangun 7.000 sekolah terintegrasi akan dimulai pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mencapai pendidikan berkualitas di setiap kecamatan di Indonesia.
Abdul Mu'ti, dalam penjelasannya, menegaskan bahwa sekolah yang akan dibangun bersifat non-asrama dan akan mengintegrasikan jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA. 'Jadi Pak Presiden waktu sidang kabinet menyampaikan agar kami menyiapkan konsep Sekolah Unggul Terintegrasi non-asrama,' tuturnya.
Meskipun rencana ini sudah dicanangkan, Abdul Mu'ti menyatakan bahwa pihak Kemendikdasmen masih berada pada tahap awal dalam persiapan dan studi banding. Ia menunjukkan contoh Sekolah Unggul Terintegrasi di Samarinda yang telah mengadopsi kurikulum Cambridge sebagai salah satu model yang sedang dipelajari.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Abdul Mu'ti menambahkan bahwa meski konsep sekolah terintegrasi belum sepenuhnya final, mereka telah mulai mengeksplorasi berbagai model pendidikan. 'Tapi sekarang secara non-formal sudah melihat model-model yang ada,' ujarnya.
Sebagai langkah awal, fokus utama Kemendikdasmen adalah pada penyusunan kurikulum yang tepat untuk sekolah-sekolah terintegrasi yang akan dibangun. 'Yang sekarang menjadi fokus kami adalah bagaimana penyiapan kurikulumnya,' tambahnya.
Lebih lanjut, ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan, terkait dengan jumlah murid dan penggunaan fasilitas sekolah yang belum optimal. 'Nanti mungkin juga rekrutmen gurunya dan masalah-masalah yang lebih bersifat akademik,' ujar Abdul Mu'ti, mengindikasikan adanya tantangan yang harus dihadapi.
Dalam konteks mempersiapkan rencana pembangunan sekolah terintegrasi, Presiden Prabowo telah meminta pembentukan satuan tugas khusus. 'Ini sedang saya susun, saya minta Kemendiktisaintek sama Kemendikdasmen, mungkin dibantu oleh kementerian lain juga,' tambahnya.
Satuan tugas yang dibentuk diharapkan dapat mengeksplorasi semua aspek yang berkaitan dengan pendirian dan pengoperasian sekolah terintegrasi. Prabowo berharap bahwa langkah tersebut akan mampu meningkatkan akses pendidikan di seluruh Indonesia.
Pengambilan keputusan mengenai lokasi dan jenis sekolah yang akan dibangun di setiap kecamatan akan dilakukan setelah analisis yang komprehensif oleh satuan tugas tersebut, memastikan bahwa setiap kebutuhan terakomodasi secara efektif.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: