Mengatasi Jet Lag: Strategi untuk Perjalanan yang Nyaman
Jet lag adalah kondisi umum yang sering dialami oleh pelancong lintas zona waktu, menyebabkan rasa lelah dan kebingungan. Mengantisipasi kondisi ini sangat penting untuk memastikan perjalanan yang nyaman dan produktif.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Dengan menerapkan beberapa tips pencegahan, pelancong dapat mengurangi dampak dari perubahan waktu yang signifikan. Artikel ini akan menjelaskan strategi yang bisa diterapkan sebelum dan selama perjalanan.
Salah satu metode paling efektif untuk mengurangi risiko jet lag adalah menyesuaikan pola tidur menjelang keberangkatan. Jika perjalanan menuju zona waktu yang berbeda, sangat disarankan untuk mulai beradaptasi dengan waktu setempat beberapa hari sebelumnya.
Contohnya, jika bepergian ke arah timur, tidur lebih awal dan bangun lebih pagi dapat membantu tubuh beradaptasi. Sebaliknya, jika menuju barat, tidur lebih larut dan bangun lebih lambat adalah pilihan yang bijak.
Meskipun tidak semua orang dapat mempraktikkan cara ini, melakukan penyesuaian ini secara bertahap dapat membantu menekan gejolak yang terjadi akibat perubahan waktu.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dehidrasi merupakan faktor yang memperburuk gejala jet lag saat penerbangan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk meningkatkan konsumsi air selama berada di pesawat.
Hindari minuman beralkohol dan berkafein dalam jumlah banyak yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Selain itu, meluangkan waktu untuk berjalan di dalam pesawat juga penting untuk menjaga sirkulasi darah dan memberikan kenyamanan.
Pastikan juga untuk menghidrasi diri sebelum terbang agar tubuh siap menghadapi perjalanan panjang.
Sesampainya di destinasi, menjaga kebiasaan baik sangatlah krusial untuk membantu tubuh beradaptasi dengan cepat. Menghindari tidur di siang hari pada hari pertama dapat memfasilitasi penyesuaian waktu baru.
Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan di area sekitar juga dapat meningkatkan mood dan mengurangi rasa lelah. Paparan sinar matahari berfungsi untuk mengatur jam biologis tubuh.
Konsumsi makanan sehat membantu menjaga level energi dan memudahkan adaptasi terhadap zona waktu yang baru.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: