Pandangan Alex Pastoor tentang Peluang Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026
Mantan asisten pelatih tim nasional Indonesia, Alex Pastoor, mengungkapkan pandangannya terhadap peluang timnas berlaga di Piala Dunia 2026, yang dianggapnya tidak realistis.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Setelah dipecat oleh PSSI, Pastoor menjelaskan kendala utama yang dihadapi tim dan tantangan yang belum teratasi dalam pengembangan sepak bola di Indonesia.
Dalam sebuah siniar di Rondo Ziggo Sport, Alex Pastoor memberikan penjelasan mengenai pekerjaannya bersama Patrick Kluivert dalam tim kepelatihan. Ia menyebutkan bahwa meskipun usaha sudah dilakukan untuk menjelaskan ekspektasi kepada para pemain, hasil di lapangan tidak mencerminkan upaya tersebut.
Pastoor mencatat, "Sebenarnya, baik di lapangan maupun di antara staf pelatih, kami berusaha menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka. Saya pikir kami sudah melakukan itu sepenuhnya. Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara dengan kelas seperti ini (Arab Saudi dll)."
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Timnas Indonesia mengalami dua kekalahan telak dari Arab Saudi dan Irak, yang mengakibatkan mereka harus finis di peringkat buncit Grup B dalam kualifikasi Piala Dunia. Tindakan PSSI untuk memecat tim kepelatihan setelah desakan publik menunjukkan tekanan besar yang dihadapi oleh federasi sepak bola Indonesia.
Dalam komentarnya, Pastoor mengungkapkan ketidakheranan terhadap desakan tersebut, dan mempertanyakan janji awal PSSI mengenai proyek jangka panjang untuk tim, "Anda sudah terlalu lama di sepak bola untuk terkejut dengan hal semacam ini. Tapi saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan berlangsung lebih lama dari sekadar mencoba mencapai Piala Dunia."
Pastoor juga menjelaskan tentang kesepakatan yang dicapai antara tim pelatih dengan PSSI, yang mencakup tiga poin proyek. Namun, setelah gagal memenuhi target utama, yaitu mencapai Piala Dunia, semua kesepakatan dianggap gagal.
"Sejauh yang saya pahami, kesepakatan itu ada tiga poin. Akan hebat jika bisa mencapai Piala Dunia. Namun, sebagai tim peringkat ke-119 dunia, itu tidak mudah ataupun tak logis," jelasnya.
Meskipun hasil yang diraih tidak sesuai harapan, Pastoor tetap optimis akan perkembangan sepak bola di Indonesia, mengatakan bahwa ada banyak antusiasme di kalangan masyarakat terhadap olahraga ini.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: