BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 16:05 WIB

Peningkatan Kasus ISPA di Jakarta: Klarifikasi Dinas Kesehatan

Peningkatan Kasus ISPA di Jakarta: Klarifikasi Dinas KesehatanPeningkatan Kasus ISPA di Jakarta: Klarifikasi Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memberikan penjelasan terkait peningkatan laporan penyakit mirip COVID-19 dalam sebulan terakhir. Ia menegaskan bahwa tidak ada lonjakan signifikan dalam kasus penyakit tertentu meskipun terdapat kenaikan pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Ani menjelaskan bahwa kasus ISPA yang mengalami peningkatan mengikuti pola musiman yang biasa terjadi setiap tahun, meskipun faktor cuaca yang tidak menentu juga berkontribusi terhadap keluhan di masyarakat.

Peningkatan Kasus ISPA

Dalam keterangan pers terbaru, Ani Ruspitawati mengungkapkan bahwa kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan, meskipun tidak signifikan. "Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya," jelasnya.

Pola musiman ini umumnya terjadi di saat cuaca berubah-ubah. Namun, Ani memastikan bahwa tidak ada peningkatan tren kasus yang perlu dikhawatirkan saat ini.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Faktor Penyebab dan Upaya Penanganan

Ani mencatat bahwa keluhan yang dialami warga terkadang berkaitan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini, menurutnya, dapat berkontribusi terhadap keluhan kesehatan yang mirip dengan COVID-19, meskipun kasus yang dilaporkan tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Dinas Kesehatan DKI juga terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan berbagai penyakit berpotensi wabah melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Selain itu, Ani menegaskan pentingnya memantau laporan kasus kesehatan dari masyarakat.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Ani menyatakan bahwa Dinas Kesehatan DKI memiliki 292 puskesmas pembantu dan 44 puskesmas kecamatan siap melayani masyarakat. "Faskes yang ada di seluruh Jakarta sudah siap," ujarnya.

Sebagian besar puskesmas kecamatan juga beroperasi selama 24 jam untuk memastikan masyarakat yang merasakan gejala dapat segera ditangani dengan baik. "Silakan berobat ke puskesmas, ke faskes, sehingga bisa dilakukan deteksi dini terhadap penyakit apapun," imbuh Ani.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peningkatan Kasus ISPA di Jakarta: Klarifikasi Dinas Kesehatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!