BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 12:27 WIB

Kontroversi Tayangan Trans7: Permohonan Maaf dan Reaksi Publik

Kontroversi Tayangan Trans7: Permohonan Maaf dan Reaksi PublikKontroversi Tayangan Trans7: Permohonan Maaf dan Reaksi Publik

Tagar boikot Trans7 menyebar luas setelah tayangan yang dianggap menghina Pondok Pesantren Lirboyo muncul dalam program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Banyak alumni pesantren dan organisasi keagamaan mengeluarkan kecaman, mendorong stasiun televisi tersebut untuk meminta maaf secara resmi.

Konteks Kontroversi Tayangan Trans7

Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang disiarkan pada 13 Oktober 2025, menyajikan konten yang dianggap melecehkan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo.

Judul tayangan yang menyiratkan sikap merendahkan terhadap kehidupan santri dan kiai memicu kemarahan di kalangan netizen dan melahirkan tagar boikot.

Salah satu akun di media sosial, @cahpondok, menanggapi tayangan tersebut dengan desakan agar media lebih bertanggung jawab. Dalam tulisannya, mereka menegaskan, "Jangan sampai kejadian seperti ini terulang, banyak Kiai yang kaya dari hasil usaha mereka sendiri, atau banyak dari mereka yang hidup dengan serba kekurangan."

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Kecaman dari Alumni Pesantren dan Organisasi Lain

Perkumpulan Ikatan Keluarga Alumni Asshidiqiyah (IKLAS) juga memberikan reaksi tegas terhadap tayangan tersebut.

Mereka mengecam pengisi suara yang dinilai tidak menjunjung tinggi etika dan tidak melakukan penelitian yang mendalam sebelum tayangan disiarkan.

IKLAS mendesak Trans7 untuk meminta maaf kepada masyayikh dan semua Pondok Pesantren di Indonesia. Jika tidak, mereka mengancam akan mengambil langkah lebih lanjut, termasuk melaporkan kasus ini ke Dewan Pers.

Permohonan Maaf Trans7

Trans7 merespon kecaman tersebut dengan mengeluarkan permohonan maaf resmi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.

Kepala Departemen Programming Trans7, Renny Andhita, menyatakan, "Kami dari Trans7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan Keluarga, para Pengasuh, Santri, serta Alumni Pondok Pesantren Lirboyo."

Dalam surat tersebut, Trans7 juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi mereka untuk tidak lagi menayangkan konten yang dapat menyinggung kehidupan pesantren dan para ulama.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kontroversi Tayangan Trans7: Permohonan Maaf dan Reaksi Publik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!