BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 16:10 WIB

Fenomena Puasa Intermittent di Indonesia: Tren Makan Sehat yang Meningkat

Fenomena Puasa Intermittent di Indonesia: Tren Makan Sehat yang MeningkatFenomena Puasa Intermittent di Indonesia: Tren Makan Sehat yang Meningkat

Puasa intermittent, atau puasa berselang, telah menjadi tren populer dalam pola makan sehat di Indonesia. Metode ini menawarkan pendekatan baru dalam mengelola waktu makan dengan berbagai manfaat kesehatan yang melimpah.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa intermittent dapat mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Dengan pilihan metode yang beragam, semakin banyak individu yang tertarik untuk menerapkan pola makan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian dan Metode Puasa Intermittent

Puasa intermittent adalah pola makan yang melibatkan siklus antara periode puasa dan makan. Metode yang paling umum adalah 16/8, di mana individu berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam.

Selain metode 16/8, terdapat juga pendekatan puasa selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu, serta diet 5:2. Pada diet 5:2, seseorang makan normal selama lima hari dan mengurangi asupan kalori drastis pada dua hari lainnya.

Dengan begitu banyak pilihan metode, individu dapat memilih pola yang paling sesuai dengan gaya hidup dan preferensi masing-masing. Hal ini membuat puasa intermittent semakin diminati dan diterapkan dalam rutinitas harian.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Manfaat Kesehatan dari Puasa Intermittent

Salah satu manfaat utama dari puasa intermittent adalah kemampuan untuk menurunkan berat badan. Dengan membatasi waktu makan, individu biasanya mengalami pengurangan asupan kalori keseluruhan, yang dapat berkontribusi pada penurunan berat badan yang lebih stabil.

Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa intermittent dapat meningkatkan kesehatan metabolisme, termasuk peningkatan sensitivitas insulin dan pengurangan kadar gula darah, yang dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, beberapa studi mengindikasikan bahwa puasa intermittent dapat mendukung kesehatan jantung, dengan menurunnya faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol LDL, yang berpotensi mendatangkan manfaat jangka panjang.

Tren di Indonesia dan Respons Masyarakat

Di Indonesia, puasa intermittent semakin diterima sebagai alternatif diet yang lebih fleksibel dibandingkan diet konvensional. Banyak individu melihatnya sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang lebih terjangkau.

Influencer kesehatan dan nutrisi juga berperan dalam mempromosikan puasa ini melalui media sosial, memberikan panduan yang berguna bagi banyak orang. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pola makan yang baik meningkat pesat, mendorong banyak orang untuk mengeksplorasi opsi ini.

Namun perlu dicatat bahwa puasa intermittent tidak selalu cocok untuk setiap orang. Konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan sangat dianjurkan sebelum memulai diet ini, terutama bagi individu yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Puasa Intermittent di Indonesia: Tren Makan Sehat yang Meningkat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!