Rabu, 29 APRIL 2026 • 10:50 WIB

Evaluasi Penempatan Gerbong Wanita KRL Pasca Kecelakaan di Bekasi

Author

Evaluasi Penempatan Gerbong Wanita KRL Pasca Kecelakaan di Bekasi

Kecelakaan kereta di Bekasi Timur baru-baru ini mendorong perlunya evaluasi terkait penempatan gerbong wanita di KRL. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, mengusulkan agar gerbong wanita ditempatkan di tengah rangkaian kereta.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Usulan ini disampaikan setelah Arifatul menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, menekankan pentingnya aspek keselamatan bagi penumpang perempuan. Penempatan kembali ini dipercaya dapat mengurangi risiko bagi wanita saat menggunakan sarana transportasi umum.

Kecelakaan Kereta dan Implikasinya

Kecelakaan terjadi ketika KA Argo Bromo menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh korban yang dievakuasi dalam insiden ini adalah perempuan.

Kepala Basarnas, M. Syafii, menyatakan, "100 persen yang kita evakuasi perempuan", menunjukkan perlunya perhatian lebih pada keselamatan penumpang, terutama wanita.

Proses evakuasi selesai pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dengan semua tim SAR kembali ke satuan masing-masing, meninggalkan pelajaran terkait pentingnya keselamatan di transportasi publik.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Usulan Perubahan Penempatan Gerbong

Menteri Arifatul menekankan bahwa penempatan gerbong wanita di ujung rangkaian perlu ditinjau untuk meminimalisir risiko dalam situasi darurat. Ia mengusulkan agar gerbong pria atau campuran ditempatkan di bagian ujung rangkaian, sementara gerbong wanita berada di tengah.

"Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," jelasnya, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan ketenangan penumpang perempuan.

Arifatul menambahkan koordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia mengenai alasan penempatan gerbong wanita di lokasi sebelumnya, yang dikatakan untuk menghindari penumpukan penumpang.

Dampak terhadap Kebijakan Transportasi Publik

Usulan ini mendapatkan perhatian luas dan menjadi perbincangan mengenai kebijakan transportasi publik di Indonesia. Banyak yang berpendapat bahwa penempatan gerbong wanita di tengah memberikan rasa aman bagi penumpang muda dan perempuan.

Menteri Arifatul menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang mendukung inisiatif ini, berharap perubahan ini bisa cepat diimplementasikan.

Inisiatif ini diyakini dapat meningkatkan keselamatan penumpang kereta api di seluruh Indonesia, menciptakan rasa aman saat bepergian dengan KRL.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU