Kamis, 23 APRIL 2026 • 12:59 WIB

Klarifikasi Kebutuhan Sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Author

Klarifikasi Kebutuhan Sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan mengenai kebutuhan 19.000 ekor sapi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan simulasi dan bukan kondisi riil, tergantung pada asumsi memasak di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Simulasi Kebutuhan Daging Sapi

Dadan Hindayana menjelaskan bahwa perhitungan kebutuhan daging sapi adalah hasil dari simulasi. Satu SPPG bisa memerlukan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi dalam satu proses memasak.

Dia menekankan, "Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor." Ini menunjukkan bahwa jika semua SPPG memasak daging sapi, totalnya bisa mencapai angka yang disebutkan.

Lebih jauh, Dadan menyatakan bahwa satu ekor sapi cukup untuk memenuhi kebutuhan masak di satu SPPG. "Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram."

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Pendekatan Menu Fleksibel

Dadan menjelaskan bahwa BGN tidak menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional untuk menghindari lonjakan permintaan bahan pangan yang berpotensi memengaruhi harga. Contohnya, saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto, diperlukan sekitar 36 juta butir telur untuk disajikan kepada 36 juta penerima manfaat.

Dia mencatat, "Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton," yang berimplikasi pada kenaikan harga telur sebesar Rp3.000. dari pengalaman ini, BGN menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel.

Strategi ini bertujuan untuk meminimalisir dampak besar terhadap fluktuasi harga di pasar dengan memperhatikan variasi menu agar selalu tersuplai dengan baik.

Memberdayakan Sumber Daya Lokal

Dalam upaya menjaga kestabilan kebutuhan pangan, Dadan menegaskan pentingnya memberdayakan sumber daya lokal. "Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal," ujarnya.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada suplai bahan pangan dan memastikan harga tetap stabil. Dia menjelaskan keinginan untuk menyesuaikan menu dengan preferensi masyarakat di daerah masing-masing.

Dengan memahami kebutuhan dan sumber daya lokal, BGN berharap dapat menciptakan solusi gizi yang berkelanjutan dan tidak memberatkan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU