Selasa, 31 MARET 2026 • 14:26 WIB

Serangan Mematikan Terhadap Konvoi Perdamaian di Lebanon, Dua Anggota TNI Meninggal Dunia

Author

Serangan Mematikan Terhadap Konvoi Perdamaian di Lebanon, Dua Anggota TNI Meninggal Dunia

Dua anggota TNI yang terlibat dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon gugur akibat serangan pada Senin (30/3/2026). Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang semakin meningkat di wilayah tersebut.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam atas keselamatan pasukan perdamaian yang bertugas, terutama setelah ledakan menghantam konvoi UNIFIL saat melaksanakan tugas.

Kronologi Peristiwa

Insiden tragis ini berlangsung di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, hanya sehari setelah seorang anggota lain tewas akibat proyektil yang menyerang pangkalan misi di Ett Taibe.

Dua anggota lainnya mengalami luka-luka, sementara satu rekan mereka yang dalam kondisi kritis telah dievakuasi ke Beirut untuk mendapatkan pengobatan.

UNIFIL menyatakan, "Ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya harus mati dalam melayani tujuan perdamaian."

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Reaksi UNIFIL dan Pejabat PBB

UNIFIL menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

"Biaya kemanusiaan dari konflik ini terlalu tinggi. Kekerasan, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, harus dihentikan," ungkap UNIFIL dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengungkapkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab dari insiden mematikan tersebut.

Konteks Ketegangan di Timur Tengah

Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin meningkat setelah serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu respons dari Iran terhadap beberapa negara di kawasan.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, telah memperingatkan bahwa krisis ini berpotensi "memicu rangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan di kawasan paling volatil di dunia."

Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, mencatat bahwa lebih dari 1.200 orang di Lebanon telah kehilangan nyawa sejak 2 Maret dalam eskalasi permusuhan antara Israel dan Hezbollah.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU