Saham perusahaan hiburan HYBE mengalami penurunan tajam pada hari Senin (23/3), pasca konser comeback BTS yang berlangsung pada Sabtu (21/3). Meskipun penggemar antusias akan penampilan mereka setelah hampir empat tahun, jumlah penonton jauh dibawah ekspektasi.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Harga saham HYBE terjun hingga 16,13 persen menjadi 288.500 won, mengguncang kepercayaan investor setelah kehadiran penonton yang tidak memenuhi harapan baik pemerintah maupun perusahaan. Situasi ini menjadikan pandangan terhadap potensi pendapatan grup BTS semakin dipertanyakan.
Kesalahan Perkiraan Jumlah Penonton
Konser yang bertajuk BTS Comeback Live: Arirang di Gwanghwamun Square awalnya diperkirakan dapat menarik hingga 260 ribu penonton. Namun, realitas menunjukkan bahwa hanya sekitar 40.000 yang hadir, sementara HYBE mencatatkan angka 104.000 penonton.
Perbedaan yang mencolok ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Seorang analis pasar keuangan menyatakan, 'Kami tidak berharap jumlah penonton turun drastis seperti ini.' Hal ini menjadi sinyal merah mengenai popularitas grup setelah lama tidak tampil.
Kritik juga mengemuka terkait penggunaan anggaran yang cukup besar untuk persiapan konser. Jumlah personel keamanan yang dikerahkan dianggap berlebihan dan semakin menambah tekanan pada saham HYBE.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Persiapan Keamanan yang Masif
Menjelang konser, pihak berwenang mengerahkan sekitar 6.700 petugas keamanan untuk mengawasi jalannya acara. Angka ini jauh melebihi jumlah yang biasanya dikerahkan untuk festival serupa, yang biasanya hanya sekitar 3.000 petugas.
Sebanyak 72 unit mobil polisi dan 35 tim detektif disiapkan untuk menjaga keamanan acara. Sementara itu, tambahan 3.400 personel keamanan lainnya juga terlibat, bersama dengan 4.800 staf dari HYBE.
Meskipun langkah-langkah keamanan ini dimaksudkan untuk menghindari insiden, namun hasil akhirnya justru menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi dalam pengelolaan acara.
Skenario Transportasi dan Logistik
Persiapan konser juga mencakup penutupan sejumlah jalan penting di kawasan Gwanghwamun selama beberapa hari. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kedatangan penggemar BTS dari berbagai penjuru kota.
Selama waktu kritis konser, beberapa stasiun kereta juga tidak berhenti, dengan semua pintu masuk diblokir untuk menjaga ketertiban umum. Namun, ini menyebabkan kesulitan mobilitas bagi banyak orang.
Walaupun semua langkah tersebut diterapkan, kenyataannya hanya sekitar 42 ribu orang yang berkumpul di area konser, yang menunjukkan adanya ketidakselarasan antara perkiraan dan kenyataan.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: