Kamis, 12 MARET 2026 • 14:26 WIB

Kemenangan Dramatis Real Madrid atas Manchester City: Sorotan pada Kinerja Erling Haaland

Author

Kemenangan Dramatis Real Madrid atas Manchester City: Sorotan pada Kinerja Erling Haaland

Real Madrid meraih kemenangan penting ketika menghancurkan Manchester City dengan skor 3-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang dilakukan di Stadion Santiago Bernabeu pada 11 Maret 2026.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Kritikan pedas mengarah kepada pemain bintang City, Erling Haaland, yang gagal menunjukkan performa terbaiknya dan minim kontribusi dalam pertandingan tersebut.

Rincian Pertandingan Menarik di Santiago Bernabeu

Pertandingan yang dihelat di Santiago Bernabeu dimulai dengan Real Madrid mendominasi permainan. Federico Valverde menjadi pencetak gol pertama pada menit ke-20, diikuti oleh dua gol lainnya yang meningkatkan semangat tim.

Meskipun meraih kemenangan, tim tuan rumah harus bermain tanpa beberapa pemain kunci seperti Kylian Mbappe, Rodrygo Goes, dan Jude Bellingham yang absen akibat cedera.

Di tengah keberhasilan tersebut, Vinicius Junior juga mengalami momen kurang beruntung saat gagal mengeksekusi penalti yang seharusnya memperlebar jarak keunggulan mereka.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Kinerja Erling Haaland yang Disoroti

Dalam pertandingan ini, Erling Haaland diharapkan mampu mengangkat performa Manchester City, namun harapan tersebut tidak terwujud. Ia hanya mencatatkan 10 sentuhan selama 82 menit berlaga, tanpa berhasil mencetak gol.

Mengacu pada laporan Goal, kontribusi Haaland terhadap serangan tim sangat minim, di mana ia hanya mampu memberikan tiga umpan sepanjang pertandingan.

Kondisi ini menyebabkan banyak penggemar dan analis sepak bola melayangkan kritik tajam terhadap penyerang asal Norwegia ini.

Pendapat Para Mantan Pemain Terkenal

Claudio Marchisio memberikan tinjauan kritis mengenai penampilan Haaland, menekankan bahwa, 'Kita juga perlu menyebut bahwa dia tidak mendapatkan banyak bola yang bisa dimainkan.' Kritik ini mencerminkan pendapat beberapa kalangan mengenai peran Haaland dalam strategi permainan tim.

Sementara itu, Gianfranco Zola mencoba memberi dukungan kepada Haaland, dengan menyoroti, 'Tidak mudah bermain dalam kondisi seperti itu dan selalu dikelilingi tiga atau empat lawan.'

Kedua mantan pemain ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Haaland saat berusaha menyesuaikan diri dengan intensitas dan tekanan pertandingan.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU