Kamis, 12 MARET 2026 • 14:23 WIB

Langkah Strategis Presiden Prabowo: Penunjukan Utusan Khusus BUMN

Author

Langkah Strategis Presiden Prabowo: Penunjukan Utusan Khusus BUMN

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penunjukan utusan khusus di setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan pengawasan kinerja perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Langkah ini bertujuan mencegah kebocoran dan korupsi, serta memastikan transparansi dalam pengelolaan aset negara.

Penempatan Utusan Khusus

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa utusan khusus akan dilibatkan untuk mengawasi kinerja BUMN secara lebih efektif. 'Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden. Dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola,' ungkapnya.

Dengan penunjukan tersebut, harapannya adalah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi yang selama ini kerap menjadi sorotan dalam pengelolaan BUMN. Langkah ini diharapkan dapat menjawab keraguan masyarakat mengenai integritas dan efisiensi perusahaan-perusahaan yang dikelola negara.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Ancaman Kebocoran dan Korupsi

Prabowo menggarisbawahi pentingnya BUMN dalam perekonomian Indonesia. 'Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,' ucapnya.

Dia menekankan bahwa tanpa pengawasan yang ketat, potensi penyimpangan dalam pengelolaan BUMN dapat berlanjut, mengakibatkan kerugian finansial bagi negara. Oleh karena itu, pengawasan yang lebih ketat diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi.

Permasalahan Internal BUMN

Prabowo turut menjelaskan kekhawatirannya mengenai perkembangan perusahaan-perusahaan negara, terutama tentang Pertamina yang memiliki jumlah anak perusahaan yang sangat banyak. 'Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,' jelasnya.

Ia mempertanyakan regulasi yang mengatur audit terhadap 'cucu' perusahaan tersebut. 'Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara. Katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?' tegasnya.

Pertanyaan ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh atas regulasi dan praktik yang ada untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam sistem BUMN.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU