Banyak orang tidak menyadari bahwa sesak nafas yang terjadi saat tidur bisa menjadi tanda sleep apnea. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai sleep apnea, termasuk gejalanya dan bagaimana cara menanganinya.
Apa Itu Sleep Apnea?
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan berhentinya pernapasan sementara saat tidur. Kondisi ini bisa terjadi berulang kali semalam, menyebabkan penderitanya terbangun tanpa sadar.
Dua jenis sleep apnea yang umum dikenal adalah obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea. OSA terjadi ketika otot tenggorokan terlalu rileks, sedangkan central sleep apnea disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf yang mengontrol pernapasan.
Sesiapa pun bisa mengalami kondisi ini, namun lebih umum terjadi pada pria dengan kelebihan berat badan. Faktor risiko lain yang berkontribusi meliputi usia, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Gejala Sleep Apnea
Gejala utama dari sleep apnea adalah terbangun dengan sesak nafas atau suara keras saat tidur. Penderita biasanya merasakan kelelahan meskipun telah tidur cukup lama.
Gejala tambahan seperti ngorok keras, sering terbangun untuk buang air, dan kesulitan berkonsentrasi di siang hari juga patut diwaspadai. Walaupun sering dianggap sepele, keluhan ini dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Penting untuk memperhatikan tanda-tanda ini dan berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang akurat. Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk hipertensi dan penyakit jantung.
Penanganan Sleep Apnea
Penanganan sleep apnea dapat bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat keparahan kondisi. Salah satu metode yang umum digunakan adalah perangkat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yang membantu menjaga saluran pernapasan tetap terbuka saat tidur.
Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari alkohol juga dapat berkontribusi dalam mengurangi gejala yang muncul. Dalam kasus tertentu, dokter mungkin merekomendasikan tindakan operasi untuk membetulkan struktur saluran pernapasan.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting bagi mereka yang mengalami gangguan tidur. Dengan penanganan yang tepat, kualitas tidur serta kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat secara signifikan.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: