Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengungkapkan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai hingga 155 juta orang.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Ia menekankan pentingnya kesiapan sistem transportasi untuk menghadapi beban yang signifikan akibat pergerakan pemudik dalam waktu bersamaan.
Rencana Kebijakan Mengatasi Lonjakan Pemudik
Pratikno menjelaskan bahwa survei menunjukkan estimasi mobilitas, namun realita di lapangan dapat lebih tinggi hingga sepuluhan persen, sehingga perlu langkah antisipatif.
Pemerintah telah merencanakan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan, termasuk pemberian insentif dan diskon transportasi.
Pengaturan lalu lintas juga dirancang dengan sistem buka-tutup untuk memastikan distribusi pemudik tidak terkonsentrasi pada waktu tertentu.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Selain lonjakan mobilitas, pemerintah juga mempersiapkan diri terhadap potensi bencana hidrometeorologi saat mudik.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Pratikno menegaskan, "Kita harus waspada antisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategorinya menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia."
Kolaborasi Antara Instansi Terkait
Pemerintah meminta semua instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang arus mudik.
Kementerian Koordinator Infrastruktur diminta untuk mengawasi potensi kerusakan infrastruktur, sementara Kepolisian berperan dalam pengaturan lalu lintas.
Pratikno menambahkan, "BMKG juga standby, Basarnas juga standby, dan juga partisipasi dari para pemda. Harapannya, semua pihak dapat memastikan keselamatan serta kelancaran arus mudik nanti."
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: