Jumat, 06 MARET 2026 • 16:31 WIB

Jerman Tegaskan Tidak Ikut Campur Dalam Konflik Iran

Author

Jerman Tegaskan Tidak Ikut Campur Dalam Konflik Iran

Jerman secara tegas menolak untuk terlibat dalam agresi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Penolakan ini juga mencerminkan sikap Jerman yang ingin menghindari keterlibatan dalam konflik kekerasan.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menekankan perlunya perubahan di Iran harus berasal dari rakyatnya sendiri. Ini diungkapkan dalam konferensi pers yang menyampaikan komitmen Jerman untuk tidak mendukung perubahan rezim.

Penolakan Terhadap Keterlibatan Militer

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan, "Jerman tidak berpartisipasi dalam perang ini. Dan itu akan tetap begitu." Pernyataan tersebut menunjukkan sikap yang jelas dari pemerintah Jerman untuk menghindari perang dan segala dampaknya.

Wadephul menambahkan, "Kami juga tidak berpartisipasi dalam langkah-langkah konkret apa pun untuk perubahan rezim di negara mana pun, termasuk Iran." Hal ini mencerminkan komitmen Jerman terhadap prinsip non-intervensi dalam konflik bersenjata internasional.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Komunikasi dengan Oposisi Iran

Meskipun menolak keterlibatan militer, Wadephul mengungkapkan bahwa Jerman tetap berkomunikasi dengan oposisi Iran dan mendukung rakyat Iran dalam melawan tindak represif yang dilakukan oleh rezim. Ini menunjukkan bahwa Jerman tetap peduli terhadap situasi di Iran.

"Kami bergantung pada rakyat Iran sendiri, yang pada akhirnya berada dalam posisi mengambil nasib mereka sendiri dan mungkin mengatasi rezim ini," tuturnya. Pendekatan ini menunjukkan upaya Jerman untuk mendukung aspirasi rakyat tanpa terjun ke dalam konflik.

Kutukan Terhadap Serangan Balasan Iran

Meski menolak keterlibatan militer, Wadephul menegaskan bahwa Jerman mengutuk semua jenis serangan oleh Iran, termasuk serangan yang ditujukan kepada negara-negara Teluk. Ia meminta Teheran untuk segera menghentikan tindakan agresif tersebut.

"Kami mengutuk serangan Iran, tidak hanya terhadap negara-negara Teluk, tetapi juga ancaman terhadap Siprus sebagai anggota Uni Eropa," katanya. Wadephul juga menyebutkan bahwa ancaman tersebut membuat lokasi lain, seperti Turki dan Azerbaijan, berisiko terkena dampak.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU