Jumat, 06 MARET 2026 • 16:11 WIB

Tersangka Setelah Mengklaim Pencurian, Pemilik Restoran Bibi Kelinci Terpuruk dalam Kasus Hukum

Author

Tersangka Setelah Mengklaim Pencurian, Pemilik Restoran Bibi Kelinci Terpuruk dalam Kasus Hukum

Nabilah O'Brien, pemilik restoran Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan, kini menghadapi situasi sulit setelah melaporkan kasus pencurian di tempat usahanya.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Keberadaan dirinya sebagai tersangka menciptakan tuntutan akan keadilan yang didambakan, setelah lima bulan mengalami tekanan psikologis yang berat.

Kronologi Kasus Pencurian

Nabilah O'Brien melaporkan kasus pencurian yang terjadi pada Kamis, 19 September 2025. Dalam insiden ini, pasangan suami istri berinisial ZK dan ESR dituduh mencuri 14 pesanan makanan dan minuman dari restorannya.

Sejak pelaporan tersebut, ZK dan ESR telah ditetapkan sebagai tersangka pada September 2025, dengan kasusnya terdaftar di kepolisian. Tuduhan ini menambah kompleksitas situasi yang dihadapi Nabilah.

Nabilah, selama lima bulan terakhir, berjuang untuk membersihkan namanya dari tuduhan pencurian yang dihadapinya, sambil merasa tertekan oleh situasi yang berlangsung.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan

Permintaan Nabilah akan Keadilan

Dalam pernyataannya, Nabilah mengungkapkan, "Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara."

Selain itu, ia melaporkan bahwa dalam proses penyelidikan, dirinya diminta untuk mengakui pernyataan sebagai fitnah, serta dimintai uang sebesar Rp 1 miliar.

Nabilah bahkan meminta kepada Komisi III DPR dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menolongnya dalam mencari keadilan yang setimpal.

Respon Pihak Berwenang

Kapolsek Mampang Prapatan, AKP Dian Purnomo, telah mengonfirmasi bahwa pasangan ZK dan ESR yang dituduh telah dilaporkan ke Bareskrim. Ia menyatakan, "Betul, kedua terlapor sudah jadi tersangka."

Keduanya dijadwalkan untuk pemanggilan pemeriksaan pada 9 Maret 2026, namun telah meminta penundaan melalui kuasa hukum.

Peristiwa ini menunjukkan kompleksitas hukum yang dihadapi dalam kasus yang melibatkan tuduhan antara pemilik restoran dan pelaku pencurian, menggambarkan tantangan dalam setiap aspek penyelidikan.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU