Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan negara tersebut untuk menghadapi kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Israel.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Deklarasi ini muncul dalam wawancara eksklusif di Teheran, mencerminkan keyakinan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya di tengah peningkatan tensi regional.
Kesiapan Pertahanan Iran
Dalam wawancaranya dengan NBC News, Araghchi menyampaikan bahwa angkatan bersenjata Iran sudah mempersiapkan diri untuk berbagai skenario, termasuk serangan darat.
Ia menekankan, 'Kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka,' menunjukkan sikap tegas Iran meskipun situasi semakin tegang.
Araghchi juga mencatat bahwa pengalaman perang sebelumnya tidak mengurangi semangat juang Iran, saat ia menyebutkan, 'Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu.'
Pernyataan ini menggarisbawahi ketahanan Iran dalam menghadapi ancaman eksternal.
Agresi Terhadap Warga Sipil
Menteri Luar Negeri Iran mengungkapkan keprihatinan serius mengenai serangan militer oleh AS dan Israel terhadap warga sipil, termasuk insiden tragis di sebuah sekolah dasar di Minab yang mengakibatkan kematian 171 anak.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Araghchi menuduh kedua negara tersebut bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, menyoroti, 'Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?'
Pernyataan ini menekankan pentingnya perlindungan warga sipil dalam kondisi perang, memperlihatkan dampak nyata dari konflik pada masyarakat sipil.
Ia mengajak perhatian internasional untuk mencermati moralitas tindakan agresi dalam konteks konflik bersenjata.
Kekecewaan dalam Proses Negosiasi
Abbas Araghchi menyampaikan kekecewaannya terhadap jalannya negosiasi dengan Amerika Serikat, yang menurutnya tidak pernah membawa hasil positif.
Dia menyatakan, 'Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, terutama dengan pemerintahan ini,' mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap janji-janji dari pihak AS.
Kekecewaan ini berakar dari pengkhianatan yang dialami Iran dalam proses negosiasi sebelumnya.
Araghchi menekankan pentingnya prinsip dalam negosiasi dan menolak untuk terlibat lagi dengan pihak-pihak yang dianggap tidak mengusung itikad baik.
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: