Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka meskipun situasi geopolitik antara Iran dan Israel-AS kian tegang.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Ia menjelaskan bahwa Iran menerapkan protokol lalu lintas khusus yang berfungsi selama situasi perang.
Kepastian Keamanan di Selat Hormuz
Mohammad Boroujerdi menekankan bahwa kapal-kapal yang mematuhi protokol lalu lintas yang ditetapkan akan dapat melintas di Selat Hormuz tanpa kendala.
“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” ujar Boroujerdi di kediamannya di Jakarta.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa Iran berkomitmen untuk menjaga keamanan di jalur perdagangan vital ini, yang sudah dilakukan selama ratusan tahun.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Peran Iran dalam Keamanan Regional
Boroujerdi menyatakan, “Selat Hormuz adalah tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan.” Pernyataan ini mencerminkan komitmen Iran untuk menjamin stabilitas di wilayah tersebut.
Ia menambahkan pentingnya menjaga keamanan untuk semua negara yang melintasi jalur tersebut, tanpa ada negara yang memanfaatkan keamanan yang diciptakan oleh Iran.
Pernyataan ini menjadi gambaran sikap optimis Iran meskipun ada tekanan internasional dari beberapa negara.
Dinamika Geopolitik dan Kekhawatiran Penutupan
Boroujerdi mengomentari kekhawatiran tentang penutupan Selat Hormuz, melihatnya sebagai dampak dari situasi geopolitik saat ini.
“Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah,” ujar Boroujerdi.
Ia menekankan bahwa pengaruh AS di kawasan ini menjadi salah satu faktor penyebab ketegangan yang ada.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: