Novak Djokovic memasuki BNP Paribas Open dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, menyusul pencapaiannya di final Australian Open. Kesuksesan ini menjadi modal penting saat ia siap bersaing dengan petenis muda.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Petenis asal Serbia ini bertekad untuk merebut gelar di Indian Wells dan mengukir sejarah baru, setelah meraih pengalaman berharga dalam pertandingan melawan rival-rivalnya di turnamen sebelumnya.
Pengalaman Berharga di Australian Open
Di turnamen Australian Open, Djokovic berhasil menaklukkan Jannik Sinner, juara bertahan dua kali, dalam laga yang berlangsung emosional selama lima set. Namun, di final, ia harus mengakui keunggulan Carlos Alcaraz, petenis nomor satu dunia saat ini.
Djokovic menganggap pencapaiannya di Melbourne sebagai 'awal tahun yang luar biasa' setelah hampir dua tahun tidak mencapai final dari turnamen utama, yang menunjukkan kebangkitannya setelah masa sulit.
Dalam konferensi pers pra-turnamen, dia menyatakan, 'Saya telah membuktikan kepada diri saya sendiri, dan kepada orang lain, bahwa saya masih bisa bersaing di level tertinggi dan mengalahkan mereka,' menggambarkan keyakinannya untuk kembali menonjol.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Tekad untuk Mengukir Prestasi di Indian Wells
Menjelang keikutsertaan di Indian Wells, Djokovic menetapkan target untuk menyamai rekor Roger Federer sebagai pemegang gelar terbanyak di turnamen tersebut. Dengan pengalaman 17 kali bertanding di Indian Wells dan lima gelar, optimisme itu menyertainya.
'Saya telah meraih cukup banyak kesuksesan di turnamen ini,' ujarnya, merujuk pada rekornya dengan indeks menang/kalah 51-11, yang menunjukkan performa konsistennya.
Djokovic juga menyebutkan bahwa dia merasa terhubung dengan atmosfer terkhin dari turnamen ini, menyebutnya 'Surga Tenis' dan mencintai lokasi serta fasilitas yang ditawarkan, suatu tempat di mana ia merasa seperti di rumah.
Antusiasme dan Motivasi untuk Bertanding
Sebagai unggulan ketiga, Djokovic akan memulai turnamen dengan menghadapi petenis asal Polandia, Kamil Majchrzak, atau Giovanni Mpetshi Perricard. Dengan total 101 gelar di seluruh karirnya dan 428 minggu berada di peringkat nomor satu dunia, semangat kompetisinya tetap menyala.
'Saya sangat menikmati sensasi kompetisi. Saya masih menikmati bermain di depan para penggemar dan benar-benar bersaing,' ungkapnya, menekankan antusiasmenya yang tak pernah surut meski usianya kini 38 tahun.
Djokovic menegaskan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi, menegaskan, 'Saya masih memiliki keunggulan itu dan saya akan terus bermain selama saya masih mampu,' mencerminkan dedikasinya terhadap olahraga.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: