Peringatan datang dari anggota parlemen AS mengenai dampak berkas Epstein dalam rencana serangan gabungan terhadap Iran. Serangan ini dinilai berpotensi menjadi pengalihan perhatian dari isu yang lebih mendalam terkait perilaku Trump.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Thomas Massie, anggota DPR dari Partai Republik, menegaskan bahwa aksi militer tidak akan menghapus jejak dari berkas Epstein dan dapat mencederai reputasi Presiden.
Peringatan dari Politisi Republik
Thomas Massie, seorang anggota DPR Republik dari Kentucky, mengingatkan bahwa serangan militer tidak menyelesaikan masalah yang terkait dengan berkas Epstein. Ia berkomentar, 'Membom negara di belahan dunia lain tidak akan membuat berkas Epstein hilang, sama seperti indeks Dow Jones yang naik di atas 50.000 tidak akan.'
Khawatir akan aksi internasional sebagai pengalihan, para politisi menekankan bahwa fokus Trump seharusnya lebih pada isu domestik yang krusial. Banyak yang melihat langkah ini sebagai usaha untuk mengalihkan perhatian publik dari pengungkapan yang merugikan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Pengaruh Media dan Komentar Publik
Dalam acara komedi Saturday Night Live, James Austin Johnson menyoroti isu ini melalui parodi yang mengatakan bahwa pengumuman serangan terhadap Iran adalah strategi untuk mengalihkan perhatian dari kasus Epstein. Ia mencatat bahwa selama 15 tahun terakhir, kekhawatiran tentang pengembangan senjata nuklir oleh Iran terus berlanjut.
Johnson berargumen bahwa tindakan segera diperlikan, namun terlihat jelas bahwa banyak yang menganggap ini sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang lebih mendesak di dalam negeri.
Respon dari Pemimpin Politikal Lainnya
Senator Rand Paul mengekspresikan simpati terhadap rakyat Iran dan mengingatkan kembali pada prinsip dasar bahwa Amerika tidak seharusnya mencari musuh di luar negeri. Ia mengutip kata-kata John Quincy Adams, 'Amerika tidak pergi ke luar negeri untuk mencari monster yang akan dihancurkan.'
Paul juga menegaskan bahwa wewenang untuk menyatakan perang seharusnya berada di tangan Kongres. Ia percaya bahwa hal ini penting untuk menghindari konflik yang tidak perlu dan mendorong keputusan yang lebih bijak.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: