Senin, 02 MARET 2026 • 10:38 WIB

Kekacauan Diplomatik: Sembilan Tewas dalam Demonstrasi di Karachi

Author

Kekacauan Diplomatik: Sembilan Tewas dalam Demonstrasi di Karachi

Sebanyak sembilan orang demonstran dilaporkan tewas dalam bentrokan di luar konsulat AS di Karachi, Pakistan, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Bentrokan ini terjadi saat para demonstran mencoba menerobos barikade keamanan, memicu respons tegas dari aparat yang menggunakan tembakan peluru tajam.

Kronologi Bentrokan di Karachi

Pada tanggal 1 Maret 2026, demonstrasi dimulai ketika sekelompok massa berusaha merangsek masuk ke kawasan konsulat AS. Dalam upaya tersebut, mereka terlibat bentrokan fisik, termasuk membakar kendaraan di sekitarnya.

Sukhdev Assardas Hemnani, juru bicara Pemerintah Pakistan, menjelaskan bahwa aparat keamanan konsulat AS terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan. Akibatnya, sembilan orang tewas dan 34 lainnya mengalami luka-luka, yang semuanya merupakan akibat dari luka tembak.

Menurut pihak Rumah Sakit Sipil Karachi, para korban mengalami luka serius akibat tembakan. Ketegangan semakin meningkat dengan demonstran yang meneriakkan yel-yel anti-Amerika, dengan slogan populer 'Matilah Israel, matilah Amerika'.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Tanggapan Resmi dan Upaya Penyelidikan

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, meminta para demonstran untuk menjaga ketenangan dan menghormati perasaan duka atas kematian Khamenei. Ia berjanji bahwa situasi ini akan ditinjau secara mendetail untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

Pemerintah provinsi juga telah membentuk tim investigasi tingkat tinggi untuk meneliti penyebab kerusuhan dan mengidentifikasi mereka yang terlibat. Di saat yang sama, Kedutaan Besar AS di Islamabad sedang memantau situasi dan telah menerbitkan peringatan keamanan bagi warganya yang berada di Pakistan.

Imbauan pemerintah ini menunjukkan keseriusan dalam menangani dampak dari demonstrasi yang meluas dan menunjukkan adanya kemarahan warga yang mendalam terhadap intervensi asing di negara tersebut.

Gelombang Aksi di Berbagai Kota

Demonstrasi tidak hanya terpusat di Karachi, tetapi juga menyebar ke kota-kota lain seperti Skardu dan Lahore. Di Skardu, demonstran bahkan membakar gedung kantor PBB sambil mengibarkan bendera hitam.

Sementara itu, di Lahore, polisi berusaha mengendalikan ribuan demonstran yang berkumpul di depan konsulat AS dengan menggunakan gas air mata. Beberapa insiden bentrokan kecil dilaporkan terjadi di lokasi tersebut.

Aksi demonstrasi yang meluas ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat atas intervensi luar negeri dan menunjukkan betapa mendalamnya rasa kehilangan yang dirasakan seiring dengan kematian sosok berpengaruh seperti Khamenei.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU