Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan dimulainya serangan militer besar-besaran terhadap Iran, memicu lonjakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Dalam pidatonya, Trump memberikan ultimatum kepada militer Iran untuk menyerah, seraya memperingatkan rakyatnya untuk mencari perlindungan seiring ancaman pengeboman yang akan berlangsung.
Pernyataan Resmi Trump dan Ultimatum kepada Militer
Dalam pernyataan resminya, Donald Trump menyampaikan peringatan bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan angkatan bersenjata Iran. Ia menegaskan, "Letakkan senjata kalian dan dapatkan kekebalan penuh, atau jika tidak, hadapi kematian yang pasti."
Peringatan tersebut mencerminkan sikap AS yang semakin tegas, terlebih lagi mengingat IRGC adalah pasukan elit di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian lebih lanjut di kawasan yang sudah terbilang rawan konflik, meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Pesan kepada Rakyat Iran
Selain menekan militer, Trump juga menyoroti pentingnya keselamatan masyarakat sipil. Ia mendorong rakyat Iran untuk mencari perlindungan dari ancaman pengeboman yang akan menyasar lokasi-lokasi strategis.
Trump juga menambahkan, "Jam kebebasan Anda sudah dekat," mengajak warga Iran untuk menggulingkan rezim yang telah berkuasa sejak revolusi tahun 1979.
Pernyataan ini menunjukkan harapan Trump akan adanya perubahan kepemimpinan di Iran setelah operasi militer AS berlangsung.
Implementasi Serangan Militer
Laporan terbaru menyebutkan bahwa sikap Trump terhadap Iran telah diimplementasikan melalui serangan udara dan rudal yang strategis. AS, berkoordinasi dengan pasukan Israel, telah melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas militer serta infrastruktur penting di Iran.
Saksi mata di Teheran melaporkan keberadaan ledakan besar dan asap hitam yang mengepul dari dekat instalasi militer. Suara ledakan terdengar jelas di kota-kota besar seperti Isfahan dan Shiraz, di mana sistem pertahanan udara Iran berusaha menghadang proyektil yang mendekat.
Kondisi ini menciptakan suasana tegang dan meresahkan di kalangan warga sipil yang berusaha mencari tempat aman dari serangan yang masih berlangsung.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: