Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 15:31 WIB

BGN Hentikan Operasional 47 Dapur MBG Setelah Temuan Pelanggaran Kualitas

Author

BGN Hentikan Operasional 47 Dapur MBG Setelah Temuan Pelanggaran Kualitas

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat berbagai pelanggaran kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah evaluasi yang berlangsung selama sembilan hari di bulan Februari 2026.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Keputusan ini mencerminkan penegasan BGN mengenai pentingnya kualitas makanan yang disediakan bagi masyarakat, setelah ditemukan sejumlah menu tidak memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk roti berjamur dan lauk basi.

Temuan Kualitas yang Mencolok

Menurut data dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026, terdapat 47 temuan pelanggaran yang tersebar di tiga wilayah kerja. Wilayah I mencatat lima kejadian, Wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan Wilayah III sebanyak 12 kejadian.

Di dalam laporan tersebut, ada beberapa menu yang tidak layak konsumsi, termasuk roti berjamur, buah busuk, dan lauk yang basi. Pemeriksaan juga menunjukkan adanya telur mentah serta menu-menu yang tidak sesuai dengan standarisasi kualitas yang telah ditetapkan.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Langkah Penghentian Sementara

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa penghentian ini merupakan bagian dari prosedur standardisasi yang harus diikuti. "Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh," ujarnya.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawas. Evaluasi tidak hanya berfokus pada produk makanan, tetapi juga mencakup sistem manajemen dapur, rantai distribusi, dan prosedur kontrol kualitas.

Penegakan Standar Kualitas

Nanik menekankan bahwa program MBG berkaitan erat dengan kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin nutrisi. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara ketat dan transparan.

Beberapa makanan yang terindikasi tidak layak sudah ditarik sebelum dikonsumsi. Namun, BGN tetap memberikan sanksi administratif untuk memastikan tegaknya standar serta peningkatan sistem bagi semua penyelenggara.

SPPG yang disuspend akan diizinkan kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh rekomendasi perbaikan dan dinyatakan lolos verifikasi ulang. BGN berkomitmen untuk menjaga kualitas sebelum layanan dapat dibuka kembali.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU