Puasa merupakan ibadah penting dalam Islam, tetapi dapat berisiko bagi sebagian orang. Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah hipoglikemia, yang terjadi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Definisi Hipoglikemia dan Penyebabnya
Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar glukosa dalam darah turun di bawah 70 mg/dL. Berbagai faktor dapat memicu hipoglikemia, mulai dari pola makan yang tidak teratur hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
Risiko hipoglikemia meningkat saat berpuasa, karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Bagi individu dengan riwayat diabetes atau masalah metabolik, kewaspadaan ekstra sangat dianjurkan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Gejala Hipoglikemia yang Harus Diwaspadai
Gejala hipoglikemia bervariasi, namun beberapa tanda umum adalah rasa lemas, keringat dingin, dan pusing. Tanda lainnya termasuk detak jantung yang cepat dan kebingungan.
Apabila gejala ini tidak ditangani dengan segera, kondisi dapat memburuk dan menyebabkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau tanda-tanda ini, terutama menjelang berbuka puasa.
Langkah Penanganan Hipoglikemia Saat Puasa
Jika mengalami gejala hipoglikemia, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Pilihan yang baik adalah gula cair seperti jus buah.
Setelah berbuka, disarankan untuk menghindari makanan berat dan memilih makanan seimbang untuk membantu stabilisasi kadar gula. Jika gejala terus berlanjut, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: