Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 14:06 WIB

Konflik Berkepanjangan: Serangan Udara dan Balasan di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Author

Konflik Berkepanjangan: Serangan Udara dan Balasan di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Ketegangan di perbatasan Afghanistan dan Pakistan meroket setelah militer Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah Afganistan pada Jumat pagi, 27 Februari.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Pertikaian ini berakibat fatal, dengan tuduhan balasan dari Taliban yang menyatakan bahwa mereka juga melancarkan serangan terhadap posisi-posisi militer Pakistan.

Situasi Terkini di Perbatasan

Serangan udara militer Pakistan mengklaim menewaskan 133 petempur Taliban, sementara Taliban menyatakan bahwa 55 tentara Pakistan terkorban dalam serangan balasan.

Konflik ini muncul setelah gencatan senjata yang diumumkan sejak Oktober tahun lalu, hasil mediasi dari Qatar dan Turki, yang sekarang berada di ambang keruntuhan.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengecam langkah militer Pakistan dan mengungkapkan bahwa operasi balasan telah dimulai di beberapa provinsi, termasuk Kabul dan Kandahar.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Dampak Serangan

Pakistan menegaskan bahwa serangan udara tersebut merupakan respon terhadap penyerangan yang dilakukan oleh Taliban sehari sebelumnya, dan memastikan akan melakukan tindakan lanjutan untuk mempertahankan integritas wilayah.

Dalam laporan resmi, militer Pakistan mengklaim bahwa 27 basis Taliban berhasil dihancurkan dan lebih dari 200 petempur terluka dalam serangan tersebut.

Sebaliknya, Taliban membantah adanya korban di pihaknya, dengan Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan korban di kalangan tentara Afghanistan mencapai delapan orang tewas dan sebelas lainnya terluka.

Perbedaan Angka Korban

Perbedaan signifikan dalam angka korban muncul, dimana Taliban mengklaim107 tentara Pakistan tewas dan sejumlah lainya ditangkap, sedangkan pihak Pakistan melaporkan hanya dua tentara mereka yang tewas.

Kementerian Pertahanan Afghanistan juga menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan luka-luka pada sekitar 13 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, di kamp pengungsi di Nangarhar.

Data yang saling bertentangan ini menunjukkan kompleksitas situasi dan sulitnya mendapatkan informasi yang faktual dari kedua belah pihak.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU