Azan pertama kali menggema di Old Trafford, markas Manchester United, dalam sebuah acara yang dipimpin oleh qari Ibrahim Idris. Kegiatan ini juga diwarnai dengan buka puasa yang diselenggarakan oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC).
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Momen ini menjadi sejarah penting bagi komunitas Muslim di Inggris dan memperlihatkan tekad klub dalam merayakan keragaman serta inklusivitas di lingkungan mereka.
Kehadiran Azan di Kandang Setan Merah
Old Trafford, yang menjadi pusat perhatian ribuan penggemar sepak bola, menyaksikan momen khidmat ketika azan pertama kali dikumandangkan. Ibrahim Idris memimpin pembacaan azan di tribun barat stadion dengan suara yang merdu.
Menurut postingan resmi dari Manchester United Muslim Supporters Club, kehadiran Ibrahim dalam acara ini menegaskan komitmen klub untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua pendukung. Momen ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga mencerminkan keterlibatan klub dalam mendukung keberagaman.
Acara buka puasa yang digelar bertepatan dengan pengumandangan azan merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa tahun lalu. Kegiatan ini mencerminkan semangat komunitas Muslim di Inggris dalam mempromosikan nilai-nilai positif melalui kegiatan sosial yang bernuansa religius.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Biografi Ibrahim Idris dan Perjalanannya
Ibrahim Idris adalah seorang qari yang memulai perjalanan mendalami Al-Quran sejak usia 12 tahun. Sebelum terjun ke dunia bacaan Al-Quran, ia sempat mengejar karir di sepak bola pada usia 15 tahun sambil tetap mengingat pentingnya hafalan Al-Qurannya.
Untuk memperdalam ilmu agama, Ibrahim bersekolah di asrama dengan fokus khusus pada studi agama. Ia tidak hanya aktif di bidang agama, tetapi juga terjun ke dunia usaha dengan mendirikan Ibi Idris Academy yang mendalami bidang pendidikan anak-anak.
Dedikasi Ibrahim terlihat jelas dalam usaha mendukung pendidikan dan menciptakan kesempatan untuk generasi mendatang, membuktikan bahwa niat mulia dapat bersinergi dengan karir di berbagai bidang.
Aktivitas Media Sosial dan Dampaknya
Ibrahim Idris juga aktif di media sosial, berbagi bacaan Al-Quran di platform seperti TikTok, YouTube, dan Spotify untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Salah satu video yang berhasil menarik perhatian adalah yang diunggah pada Desember 2023, yang membahas pengalaman dan perubahan konten yang difokuskan pada penyampaian Al-Quran tanpa iringan musik.
Di dalam video tersebut, Ibrahim menambahkan lagu 'Waqafa Al Telfo' oleh Ahmed Bukhatir, yang semakin menarik perhatian penonton. Kehadirannya di media sosial menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan ajaran Islam dan memberikan segmen edukatif yang menarik bagi individu dari berbagai latar belakang.
Melalui konten yang ia buat, Ibrahim menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai dan ajaran agama secara efektif, menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan dampak positif.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: