Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Meksiko tetap layak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 meski keamanan di negara tersebut sedang mengalami tantangan serius.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan kekerasan yang dipicu oleh kematian pemimpin kartel narkoba, Nemesio 'El Mencho' Oseguera Cervantes.
Kondisi Keamanan yang Memprihatinkan
Kematian 'El Mencho' telah mengakibatkan peningkatan konflik antar kartel narkoba, terutama di Meksiko bagian barat. Beberapa kota, termasuk Guadalajara yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan, mengalami aksi kekerasan seperti pembakaran kendaraan yang menyulitkan situasi keamanan.
Kekacauan ini menciptakan suasana yang menegangkan di berbagai komunitas, dengan suara tembakan dan kepulan asap dari kebakaran yang dapat terdengar di mana-mana. Masyarakat setempat dalam posisi harap-harap cemas menanti perkembangan dalam penyelenggaraan Piala Dunia yang mendekat.
FIFA bersama otoritas setempat kini tengah berupaya maksimal untuk menjamin keamanan acara bergengsi tersebut. Persiapan yang matang menjadi kunci untuk meredakan kekhawatiran yang ada, meskipun tantangan yang dihadapi sangat signifikan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Pernyataan Optimis Gianni Infantino
Gianni Infantino mencerminkan keyakinan akan kelancaran Piala Dunia 2026, meskipun ada situasi tidak menentu. Dalam wawancaranya dengan AFP, ia menyatakan, "Saya yakin semuanya masih stabil dan turnamen akan fantastis."
Pernyataan tersebut datang dua hari setelah serangan balasan oleh CJNG, menunjukkan pandangannya yang optimis terhadap potensi Meksiko sebagai tuan rumah.
Infantino menekankan kesiapan negara tersebut untuk menyelenggarakan Piala Dunia dan berkomitmen untuk menanggapi tantangan keamanan secara serius.
Regulasi Tuan Rumah dan Keamanan
Sebagai penyelenggara, FIFA memiliki hak untuk mencabut status tuan rumah jika situasi dianggap tidak aman. Regulasi Piala Dunia 2026 memberi wewenang kepada FIFA untuk membatalkan atau memindahkan pertandingan berdasarkan penilaian situasi.
Jack Anderson, seorang Profesor Hukum Olahraga, menjelaskan bahwa langkah tersebut dapat diambil secara sepihak oleh FIFA jika alasan pembatalan dapat dibenarkan. Ini menunjukkan komitmen FIFA lebih terhadap keselamatan dalam event besar seperti Piala Dunia.
Namun, kebijakan ini akan dijalankan hanya dalam kondisi ekstrem, guna memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: