Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:10 WIB

Kekuatan Puasa untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Author

Kekuatan Puasa untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Puasa lebih dari sekadar menahan lapar; ia memberikan berbagai manfaat signifikan bagi metabolisme tubuh. Berbagai studi menunjukkan bahwa puasa mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam membakar kalori dan memanfaatkan energi.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dalam dunia kesehatan, praktik puasa diketahui mendukung penurunan berat badan serta meningkatkan aspek metabolik. Hal ini membuat puasa menjadi pilihan yang semakin populer di kalangan banyak orang.

Puasa dan Proses Metabolisme

Ketika menjalani puasa, tubuh mulai beralih dari sumber energi utama yaitu karbohidrat, menuju lemak yang tersimpan. Proses ini dikenal sebagai ketogenesis, di mana lemak diubah menjadi keton yang bisa digunakan sebagai sumber energi.

Selama puasa, efisiensi metabolisme tubuh juga meningkat. Penelitian menunjukkan bahwa puasa berkontribusi pada peningkatan sensitivitas insulin, memudahkan tubuh dalam mengelola kadar gula darah.

Keberadaan efek positif ini sangat membantu dalam mengurangi risiko diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular. Dengan peningkatan metabolisme, tubuh lebih mampu membakar kalori, bahkan saat dalam kondisi tidak aktif.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Puasa turut membantu memperbaiki kesehatan jantung. Penurunan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL) dapat mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan.

Puasa juga mendukung proses perbaikan sel yang dikenal dengan autofagi. Proses ini memfasilitasi penghapusan sel tua atau rusak, sehingga meningkatkan kesehatan sel secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, kebiasaan berpuasa dapat berdampak positif bagi umur panjang. Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan kalori melalui puasa dapat berkontribusi pada peningkatan harapan hidup.

Puasa dan Keseimbangan Hormonal

Puasa juga berpengaruh pada keseimbangan hormon di dalam tubuh. Selama puasa, kadar hormon pertumbuhan manusia (HGH) biasanya meningkat secara signifikan, yang berkontribusi pada pembakaran lemak dan pemeliharaan massa otot.

Keseimbangan hormon ini krusial untuk kesehatan metabolik serta pertumbuhan otot. Puasa ternyata juga dapat menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol, yang sering terkait dengan peningkatan berat badan.

Dengan pengaturan hormon yang lebih baik, puasa mendukung fungsi tubuh yang lebih optimal dalam proses metabolisme sehari-hari.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU