Sebanyak 73 korban jiwa tercatat dalam kerusuhan yang melanda Meksiko setelah kematian gembong narkoba, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, atau dikenal sebagai 'El Mencho'.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Kematian El Mencho, yang terjadi dalam operasi militer di Jalisco, memicu reaksi kekerasan yang luas, termasuk serangan terhadap anggota keamanan.
Asal Usul Kekacauan: Kematian El Mencho
Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes pada Minggu (22/2) terjadi dalam sebuah operasi militer yang dilaksanakan di Kota Tapalpa, Jalisco.
El Mencho dikenal sebagai pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), sebuah organisasi kriminal yang terlibat dalam berbagai kegiatan ilegal, termasuk penculikan dan pembunuhan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Dampak Kerusuhan: Jumlah Korban dan Ekspansi Kekerasan
Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, mengonfirmasi bahwa 25 dari total korban adalah anggota Garda Nasional, yang tewas dalam serangan terpisah di Jalisco.
Tidak hanya itu, kerusuhan meluas ke negara bagian Michoacan, di mana empat orang melaporkan kehilangan nyawa akibat kekacauan ini, mengindikasikan perluasan dampak dari ketegangan yang sedang berlangsung.
Respons Masyarakat dan Penutupan Lokasi Umum
Akibat dari kerusuhan ini, banyak tempat umum seperti sekolah dan lokasi wisata ditutup demi menjaga keselamatan warga dan pengunjung.
Kepanikan melanda di berbagai lokasi, terutama di bandara, di mana banyak pelancong berlarian mencari tempat berlindung, beberapa bahkan sampai menjatuhkan barang bawaan mereka.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: