Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 10:50 WIB

Kemlu RI Pantau Keamanan WNI di Iran Amid Ketegangan Internasional

Author

Kemlu RI Pantau Keamanan WNI di Iran Amid Ketegangan Internasional

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan bahwa kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran terus dipantau seiring meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Untuk menghadapi situasi ini, rencana evakuasi telah disiapkan, dan status keamanan Siaga 1 yang ditetapkan sejak Juni 2025 tetap berlaku.

Monitor Kondisi WNI di Iran

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa meskipun keadaan di Teheran dan kota-kota lainnya tampak kondusif, status Siaga 1 tetap diterapkan.

Dia menegaskan, "Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan."

KBRI Teheran secara rutin melakukan komunikasi aktif dengan WNI untuk memastikan keselamatan mereka.

Saat ini, KBRI Teheran tidak menerima laporan adanya ancaman langsung terhadap WNI.

Pentingnya Kewaspadaan

Meski situasi di Iran masih aman, WNI diharapkan untuk tetap waspada dan aktif memantau perkembangan situasi.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Heni Hamidah menggarisbawahi, "Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran."

Pentingnya kewaspadaan ini terkait dengan dinamika ketegangan antara AS dan Iran yang dapat berpotensi memicu situasi yang tidak terduga.

WNI juga diingatkan untuk memahami kondisi internasional dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan demi keselamatan mereka.

Ketegangan AS dan Iran

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat ketika Presiden AS Donald Trump memberikan penyataan ultimatum terkait program nuklir Iran.

"Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan," ujarnya, sambil memperingatkan kemungkinan "hal-hal yang sangat buruk" jika kesepakatan gagal.

Laporan dari Financial Times menunjukkan bahwa AS telah menyiagakan 16 kapal perang dan 7 skuadron udara dengan total 70 jet tempur di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Situasi tersebut mendorong beberapa negara, termasuk Jerman, Polandia, Swedia, India, dan Korea Selatan, untuk meminta warganya segera meninggalkan Iran.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU