Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 21:35 WIB

Klarifikasi dr. Piprim Mengenai Ketidakhadirannya di RS Fatmawati

Author

Klarifikasi dr. Piprim Mengenai Ketidakhadirannya di RS Fatmawati

Konsultan jantung anak senior, dr. Piprim Basarah Yanuarso, memberikan penjelasan terkait ketidakhadirannya selama 28 hari di RS Fatmawati pasca mutasi. Ia menyatakan bahwa absennya ia bukan disebabkan oleh malas atau penolakan untuk bekerja.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Dalam konferensi pers pada Senin, 23 Februari 2026, dr. Piprim menjelaskan bahwa meskipun menerima surat mutasi pada bulan Mei, ia masih melanjutkan tugasnya di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Penjelasan Terkait Ketidakhadiran

dr. Piprim mengungkapkan bahwa akses praktiknya melalui sistem Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di RSCM terputus sejak bulan Oktober. Ia menegaskan, 'Saya berhenti kerja itu ketika akses DPJP saya diputus di RSCM bulan Oktober.'

Ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya di RS Fatmawati bukan disebabkan oleh pembangkangan. Sebaliknya, dr. Piprim mengaku telah menawarkan solusi agar tetap dapat melaksanakan tugasnya tanpa menyimpulkan mutasi sebagai bentuk hukuman.

Lebih lanjut, dia menyatakan, 'Jadi, absennya saya ke Fatmawati bukan karena saya malas, tapi saya sudah tawarkan opsi.' Opsi tersebut termasuk bertugas di Fatmawati sambil tetap menjalankan pekerjaannya di RSCM.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Tanggung Jawab Sebagai Pendidik Klinis

dr. Piprim juga menjelaskan peran pentingnya sebagai pendidik klinis dalam mendidik mahasiswa kedokteran dan dokter spesialis anak. Ia menegaskan, 'Walaupun dibedakan, saya itu dokter pendidik klinis, bukan dokter sekadar layanan saja.'

Dalam konteks pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia, ia berharap dapat mencetak dokter-dokter konsultan jantung anak yang akan tersebar di berbagai provinsi.

Ia berpendapat, 'Dengan saya menjalankan fungsi pendidikan, saya mencetak dokter-dokter konsultan jantung anak yang akan ditempatkan di berbagai provinsi di Indonesia.'

Permintaan Agar Polemik Tidak Dipersempit

dr. Piprim meminta agar polemik yang muncul tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran administratif. Ia ingin situasi ini tidak dipelintir seolah-olah hanya berkaitan dengan disiplin.

Ia menjelaskan pentingnya nilai-nilai pendidikan dalam konteks distribusi dokter, menyatakan, 'Jangan dipelintir seolah-olah ini hanya pelanggaran disiplin. Ini juga bentuknya hukuman terhadap organisasi pendidikan.'

Dengan penjelasan tersebut, dr. Piprim berharap dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perannya dalam sistem kesehatan di negara ini.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU