Sebuah studi dari Institut Sains Weizmann di Israel mengungkapkan bahwa elemen genetik berkontribusi sekitar 50% terhadap peluang seseorang untuk hidup hingga usia lanjut.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Hal ini menunjukkan bahwa rentang usia manusia dipengaruhi oleh genetika yang ada bahkan sejak dalam kandungan, selain faktor eksternal dan gaya hidup.
Peran Genetik dalam Harapan Hidup
Menurut Ben Shenhar, mahasiswa doktoral yang memimpin penelitian ini, faktor genetik memiliki peranan yang krusial dalam harapan hidup individu. 'Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,' ujarnya.
Penelitian ini melibatkan data dari kembar Swedia dan Denmark dari abad ke-19, yang memberikan wawasan lebih dalam tentang peran genetik dalam menentukan usia. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat membandingkan individu dengan latar belakang genetik yang sama.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Mortalitas Ekstrinsik dan Implikasinya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas ekstrinsik, termasuk faktor seperti kecelakaan dan penyakit menular, berkontribusi secara signifikan terhadap harapan hidup. Analisis mendalam mengungkapkan bahwa sebelum adanya antibiotik, tingkat mortalitas ekstrinsik jauh lebih tinggi daripada saat ini.
Shenhar menekankan, 'mortalitas ekstrinsik harus diperhitungkan dalam analisis harapan hidup,' menyoroti bahwa faktor luar ini dapat mempengaruhi pemahaman kita tentang panjang usia seseorang.
Metodologi dan Temuan Kunci
Penelitian ini menggunakan rumus matematika untuk menghitung mortalitas ekstrinsik dari data kembar. Para peneliti melihat kasus kembar yang meninggal di usia 90 tahun akibat penyebab alami dan mereka yang meninggal di usia 30 tahun akibat penyakit menular.
Orang-orang yang terlibat dalam penelitian ini menyebutkan bahwa hasil dari penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang genetika. Uri Alon, penulis senior studi ini, menyatakan, 'Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik.'
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: