Matheus Cunha, pemain Manchester United, menyampaikan tanggapannya yang tenang terhadap nazar suporter yang berkaitan dengan potong rambut. Menurutnya, pencapaian poin dalam kompetisi jauh lebih penting daripada potongan rambut.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Cunha menekankan bahwa fokus tim seharusnya pada meraih kemenangan, bukan pada masalah gaya, meskipun nazar tersebut disampaikan oleh salah seorang pendukung setia.
Reaksi Cunha terhadap Nazar Suporter
Dalam sebuah konferensi pers, Cunha ditanyakan mengenai nazar seorang suporter, Frank Illet, yang akan memotong rambutnya jika timnya berhasil meraih lima kemenangan beruntun. Illet, yang sudah tidak memangkas rambutnya selama lebih dari 18 bulan, berharap Manchester United dapat memenuhi harapannya dan meraih kesuksesan di Liga Inggris.
Nazar ini menjadi topik pembicaraan di kalangan suporter, namun Cunha memperlihatkan sikap objektif dan lebih mementingkan tujuan tim. Dia menegaskan pentingnya keberhasilan di lapangan daripada sekadar gaya rambut seorang pendukung.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Pentingnya Poin dalam Kompetisi
Cunha menjelaskan, 'Orang-orang lebih khawatir tentang mengejar lima kemenangan karena masalah potong rambut itu daripada memikirkan 15 poinnya.' Hal ini menggambarkan seberapa besar tekanan yang dirasakan di luar tim, sementara fokus utama seharusnya pada poin yang dikumpulkan selama kompetisi.
Dia melanjutkan, 'Saya lebih memihak pada 15 poin tersebut; saya sama sekali tidak peduli dengan gaya rambutnya.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa Cunha ingin timnya berkonsentrasi pada hasil di atas segalanya.
Tekanan dan Motivasi Tim
Cunha, yang berusia 26 tahun, juga menyoroti bahwa meskipun nazar Illet terkadang dibahas di ruang ganti, itu tidak memberikan motivasi tambahan bagi tim. 'Kami kadang membicarakannya, tetapi itu tidak terlalu memotivasi kami. Kami tidak menganggapnya keren,' ungkapnya.
Dia menyatakan bahwa tekanan dari masalah ini harus dihilangkan agar pemain dapat menikmati keindahan permainan sepak bola. Dengan cara ini, tim bisa lebih fokus untuk meraih keberhasilan di lapangan.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: