Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 16:43 WIB

99 Sekolah di Sumatera Masih Beroperasi di Kelas Darurat Setelah Bencana Alam

Author

99 Sekolah di Sumatera Masih Beroperasi di Kelas Darurat Setelah Bencana Alam

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengonfirmasi bahwa ada 99 sekolah di Sumatera yang mengalami dampak bencana alam dan saat ini masih beroperasi di tenda atau ruang kelas darurat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Meski demikian, beberapa sekolah telah mampu melanjutkan kegiatan belajar mengajar di lokasi asal setelah proses pembersihan dilakukan.

Kondisi Sekolah Terdampak Bencana

Abdul Mu'ti menjelaskan dalam rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Kompleks Parlemen, Jakarta, bahwa 99 sekolah masih berjuang untuk melakukan kegiatan belajar di kelas darurat akibat kerusakan parah pada bangunan asli mereka.

Dari total sekolah yang terdampak, lima lokasi berada di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 26 di Sumatera Utara. Selain itu, terdapat 22 sekolah yang terpaksa menumpang di institusi lain, terdiri dari 20 di Aceh dan 2 di Sumatera Barat.

Mu'ti menekankan, 'Pembelajaran menumpang saat ini tersisa 22 sekolah khususnya untuk sekolah-sekolah yang hanyut dan perlu relokasi.'

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Proses Pembelajaran di Tiga Provinsi

Meski ada kemajuan, Mu'ti mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar di tiga provinsi yang terdampak bencana tersebut belum mencapai kondisi ideal.

Ia menyampaikan, 'Kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal.'

Banyak sekolah yang siswa dan siswinya harus duduk di lantai, mengakibatkan sistem pembelajaran shift pagi dan siang diterapkan untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas.

Bantuan dan Dukungan untuk Sekolah dan Guru

Melanjutkan pernyataannya, Mu'ti menjelaskan bahwa 3.001 sekolah di Aceh, 626 di Sumatera Barat, dan 1.104 di Sumatera Utara telah kembali ke sekolah asal meski menggunakan kurikulum darurat.

Dia juga merinci bantuan operasional yang telah disalurkan, mencapai Rp 1,98 triliun bagi 29.000 satuan pendidikan di daerah terdampak bencana.

Terkait guru yang terdampak, Mu'ti mengatakan, 'Penyaluran bantuan khusus bagi guru terdampak bencana sebesar 220,5 miliar bagi 36.074 guru dari tingkat kependidikan.' Selain itu, total dana untuk berbagai tunjangan guru di wilayah bencana mencapai 508,9 miliar.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU