Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 14:34 WIB

Dewan Perwakilan Rakyat Dukung Akses Bantuan Bencana dari Diaspora Aceh di Malaysia

Author

Dewan Perwakilan Rakyat Dukung Akses Bantuan Bencana dari Diaspora Aceh di Malaysia

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya penyediaan akses cepat untuk bantuan bencana dari diaspora Aceh di Malaysia menuju Indonesia. Hal ini disampaikan dalam rapat dengan pemerintah mengenai penanganan bencana di Sumatera.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Dasco meminta agar bantuan yang terdiri dari barang-barang vital seperti minyak goreng dan gula pasir tidak terhambat oleh masalah birokrasi, serta meminta klarifikasi mengenai kewenangan pengawasan bantuan tersebut.

Membahas Kewenangan Pengiriman Bantuan

Rapat yang berlangsung di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, menjadi forum bagi Dasco untuk menanyakan perihal kewenangan yang menyebabkan tertahannya bantuan. "Saya tangkap masalah bantuan dari warga Aceh yang di Malaysia, itu untuk memasukkan barang sekarang ini jadi kewenangannya siapa, Pak Mendagri? Supaya cepat diputus di sini," tuturnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan penjelasan bahwa kewenangan pengawasan berada di tangan Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dia menambahkan bahwa proses ini penting untuk kebutuhan darurat yang mencakup minyak goreng, gula pasir, dan makanan siap saji.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Rincian Barang yang Akan Dikirim

Tito menjelaskan lebih rinci mengenai bantuan yang sedang disiapkan, termasuk 3.000 liter minyak goreng senilai Rp 1 miliar, 5.000 dus makanan siap saji, dan 3.000 karung pakaian baru. Selain itu, terdapat juga 1 miliar Al-Qur'an dan perlengkapan toilet senilai Rp 4,8 miliar yang tengah dipersiapkan untuk pengiriman.

"Nah, ini yang mereka mohon bisa dikirimkan ke pelabuhan di Lhokseumawe dari Port Klang. Barangnya sekarang sudah ada di Port Klang," imbuhnya, mengingatkan bahwa proses perizinan memerlukan izin dari kementerian teknis terkait.

Usulan untuk Mempercepat Proses Pengiriman

Menanggapi situasi tersebut, Dasco menganggap pengiriman kali ini tidak menjadi masalah dan meminta bantuan Kementerian Pertanian untuk mempercepat proses. "Ini kan cuma pengiriman satu kali? Sumbangan dari warga Aceh yang tinggal di Malaysia," katanya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang turut dalam rapat, menunjukkan keprihatinan terhadap komoditas beras yang dianggap sensitif. Dia menyarankan agar bantuan tersebut lebih baik diuangkan, mengingat situasi ekspor yang sedang berlangsung.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU