Adam Mosseri, CEO Instagram, memberikan penjelasan mendalam mengenai tuduhan bahwa penggunaan platformnya berpotensi merugikan kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Dalam kesaksiannya di Los Angeles, Mosseri menegaskan bahwa penggunaan Instagram yang berlebihan tidak secara otomatis menunjukkan tanda-tanda kecanduan.
Persidangan yang Menarik Perhatian Publik
Adam Mosseri memberikan kesaksian dalam sebuah persidangan yang direncanakan berlangsung selama enam minggu. Persidangan ini penting untuk menguji argumen hukum mengenai tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap dampak kesehatan mental pengguna, khususnya remaja.
Sebagai petinggi pertama dari Instagram yang memberikan kesaksian, Mosseri menjawab berbagai pertanyaan mengenai efek media sosial pada kesehatan mental anak-anak. Diskusi tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat tentang bagaimana platform ini memengaruhi penggunanya.
Dalam persidangan, Mosseri dihadapkan pada pengacara Mark Lanier, yang mewakili K.G.M., penggugat dalam kasus ini. Terdapat sorotan pada tanggung jawab Instagram dalam melindungi penggunanya dari potensi bahaya.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Kecanduan Media Sosial: Sebuah Definisi
Mosseri menegaskan bahwa batasan penggunaan Instagram yang dianggap berlebihan belum jelas. Dia menyatakan, 'Penting untuk membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang bermasalah'.
CEO Instagram mengungkapkan bahwa pengalaman penggunaan platform sangat bervariasi dari individu ke individu. Ada yang dapat menggunakan Instagram dalam waktu lama tanpa merasa terpengaruh negatif.
Menjawab pertanyaan mengenai pengguna yang menghabiskan 16 jam sehari di platform tersebut, Mosseri menyebutnya sebagai 'penggunaan yang bermasalah', tetapi tetap tidak mengkategorikannya sebagai kecanduan.
Survei Internal dan Tanggapan Perusahaan
Pernyataan Mark Lanier juga menyentuh survei internal perusahaan yang melibatkan 269.000 pengguna. Survei menunjukkan 60 persen responden mengalami pengalaman perundungan dalam seminggu terakhir, menambah kekhawatiran masyarakat akan dampak negatif Instagram.
Ketika ditanya tentang laporan perundungan oleh K.G.M, Mosseri mengaku tidak mengetahuinya, tetapi berusaha menguraikan langkah-langkah yang diambil Instagram untuk mengatasi isu tersebut.
Dalam komunikasi internal Meta pada 2019, terdapat pembahasan terkait efek negatif dari fitur pengubah penampilan di foto. Mosseri ditanya mengenai keputusan perusahaan untuk melarang penggunaan filter tertentu yang dinilai dapat memperburuk reputasi mereka.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: