Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan kunjungan ke China guna membahas pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan sebutan Whoosh.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Kunjungan ini berpotensi melibatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jika skema pelunasan utang harus menggunakan dana pemerintah.
Rencana Kunjungan ke China
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan niatnya untuk terbang ke China, terutama jika pelunasan utang proyek KCJB harus menggunakan dana APBN. Ia berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pertemuan dengan pihak keuangan China.
Dalam pernyataannya, Purbaya mencatat, "Kalau saya yang bayar, saya akan ke China saya sendiri. Tapi saya belum tahu ya. Saya akan double check lagi." Pernyataan ini mencerminkan komitmennya atas kelancaran proses negosiasi.
Walaupun rencana kunjungan sudah ditetapkan, Purbaya menekankan pentingnya koordinasi yang lebih lanjut. Dia menunjukkan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tim negosiasi yang sedang mengelola kewajiban utang proyek KCJB.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Status Pembahasan Utang
Purbaya baru-baru ini menjelaskan bahwa dalam negosiasi yang sedang berjalan, belum ada keputusan final bagi skema pelunasan utang. Ia mengatakan, "Dilibatkan yang waktu itu ya. Tapi kalau yang tadi kan selalu ada perkembangan-perkembangan, tapi saya enggak tahu final apa belum."
Keterangan tersebut menyoroti bahwa diskusi mengenai skema pelunasan utang KCJB masih berlanjut. Purbaya juga berjanji untuk mendapatkan informasi terkini terkait status negosiasi.
Penting untuk dicatat, total kewajiban utang proyek ini diperkirakan mencapai Rp116 triliun, dengan pembayaran bertahap senilai Rp1,2 triliun setiap tahunnya.
Kondisi dan Persyaratan dari Pihak China
Dalam hal pembahasan utang, Purbaya menyatakan bahwa mereka menunggu penjelasan mendalam dari pihak China terkait syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi. Ia menyampaikan, "Kita lihat kondisinya dari Cina seperti apa, apa persyaratan dari Cina."
Mengetahui syarat-syarat ini sangat penting untuk kelancaran negosiasi utang, karena akan menentukan skema pelunasan yang akan diterapkan. Persyaratan ini juga terkait dengan kebijakan fiskal yang mesti dikelola oleh pemerintah.
Oleh sebab itu, keputusan final akan sangat bergantung pada hasil diskusi di China dan bagaimana tanggapan pihak terkait terhadap setiap permintaan serta syarat yang ditempuh.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: