Mulai tahun 2027, anak laki-laki berusia 11 tahun di Indonesia akan mendapatkan akses vaksin Human Papillomavirus (HPV) secara gratis. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan insiden kanker serviks, yang merupakan masalah kesehatan serius di tanah air.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya langkah preventif ini meskipun kanker serviks tidak menyerang laki-laki, lantaran mereka bisa menjadi pembawa virus yang berbahaya.
Keputusan Vaksinasi dan Pentingnya Pencegahan
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, 'Pada 2027, kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa mengidap kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan).' Pernyataan ini menekankan peranan vaksinasi dalam pencegahan penyebaran kanker serviks di Indonesia.
Ia juga menambahkan, 'Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif.' Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menalangi masalah kesehatan ini secara mendalam.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Tujuan dan Target Vaksinasi
Hingga saat ini, terdapat sekitar 10 ribu puskesmas yang siap melayani skrining atau deteksi dini kanker di seluruh Indonesia. Menkes menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, sekitar 40 juta perempuan dapat menjalani deteksi dini penyakit kanker.
Dia menjelaskan, 'Jika kita bisa menemukan mereka, maka bisa ditangani sedini mungkin karena kanker itu bisa disembuhkan. Tetapi, harus deteksi dini.' Ini menekankan bahwa pencegahan penyakit ini dimulai sejak usia dini dan sangat bergantung pada kesadaran publik.
Program Vaksinasi Lanjutan
Kanker serviks telah menjadi penyebab kematian nomor dua bagi perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara. Pemerintah telah memulai program nasional vaksin HPV pada tahun 2023 dengan target awal sejumlah 2,1 juta perempuan berusia 11 tahun.
Menkes mencatat, 'Target kita 2,1 juta perempuan usia 11 tahun, dan dalam tiga tahun, kita telah mencapai 1,9 juta perempuan yang telah dideteksi dini kanker.' Ini menandakan bahwa program vaksinasi HPV telah menarik respons positif dari masyarakat.
Selanjutnya, terdapat rencana untuk memfokuskan vaksinasi pada perempuan berusia 15 tahun yang belum menerima vaksin sebelumnya, serta kemungkinan vaksinasi untuk perempuan usia 21 tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: