Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 11:02 WIB

Investigasi Terkait Penemuan Jenazah Pelajar di Kawasan Bekas Wisata

Author

Investigasi Terkait Penemuan Jenazah Pelajar di Kawasan Bekas Wisata

Seorang pelajar berinisial ZAA ditemukan tewas di kawasan bekas wisata Kampung Gajah, Bandung Barat, setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya. Korban dilaporkan tidak menghadiri sekolah selama beberapa hari sebelum penemuan jasadnya.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Suprihatin, menyatakan bahwa ZAA terakhir terdaftar hadir pada tanggal 9 Februari 2026. Sejak saat itu, tidak ada kabar lebih lanjut mengenai keberadaan korban.

Laporan Kehilangan dan Penemuan Jenazah

ZAA tidak hadir di sekolah sejak tanggal 10 Februari, dan keluarganya tidak mengetahui lokasi korban saat menginap di rumah teman. Pada tanggal 11 Februari, keluarga dan pihak sekolah melakukan pencarian setelah kehilangan kontak.

Usaha pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga muncul informasi mengenai penemuan jasad di media sosial yang mengejutkan banyak pihak. Titin Suprihatin mengkonfirmasi bahwa mayat yang ditemukan adalah siswa di sekolahnya.

"Setelah dikonfirmasi, ternyata itu benar anak didik saya," ujar Titin, menjelaskan betapa memilukan berita tersebut bagi komunitas sekolah.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Kondisi Korban dan Analisis Kasus

Lebih lanjut, jenazah ZAA saat ini belum bisa dipulangkan karena masih menunggu proses otopsi di rumah sakit. Menurut informasi dari Titin, jenazah kemungkinan akan dimakamkan di Garut usai proses tersebut selesai.

ZAA dikenal sebagai anak yang telah mengalami kehilangan besar, di mana ia ditinggal wafat oleh ibu saat masih di sekolah dasar dan ayahnya sedang sakit. Hal ini menambah kesedihan keluarga dan teman-temannya.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyatakan bahwa penyelidikan mengenai penyebab kematian ZAA masih berlangsung, terutama setelah ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

Keterlibatan Kreator Konten dan Respons Sosial

Penemuan jenazah ZAA menarik perhatian publik setelah seorang konten kreator melakukan live di TikTok dan menemukan jasad tersebut. Saksi itu tengah membuat konten horor di lokasi ketika kejadian tragis ini terjadi.

Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi dan perhatian di media sosial mengenai keamanan kawasan bekas wisata yang terbengkalai. Kapolres Niko membuka kemungkinan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kejadian di tempat tersebut.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak terjebak dalam berita hoaks dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang sedang berlangsung, termasuk proses autopsi yang dilakukan di RS Polri Sartika Asih.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU