Ketegangan antara Elon Musk dan Jeff Bezos dalam perlombaan eksplorasi luar angkasa semakin memuncak, seiring dengan ambisi mereka untuk membangun pangkalan di Bulan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Musk dengan SpaceX berencana meluncurkan misi mendahului Blue Origin milik Bezos, dalam persaingan yang tidak hanya teknis tetapi juga strategis menjelang misi China yang berfokus pada Bulan pada tahun 2030.
Rencana Ambisius Elon Musk dan SpaceX
Elon Musk, sebagai CEO SpaceX, mengemukakan rencana untuk menciptakan 'Moonbase Alpha' sekaligus menempatkan perangkat peluncur satelit di permukaan Bulan.
Musk menilai infrastruktur ini penting untuk mendukung jaringan komputasi AI yang ambisius dengan proyeksi satu juta satelit.
Ia mengungkapkan bahwa fokus awal ke Mars kini berpindah ke pembuatan pangkalan di Bulan, meskipun sebelumnya Bulan dianggapnya sebagai 'gangguan'.
Misi terbaru SpaceX yang diluncurkan untuk NASA menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional menunjukkan bahwa, meski fokus beralih, misi ke tujuan lain tetap berjalan.
Blue Origin dan Ambisi Jeff Bezos
Jeff Bezos dan Blue Origin telah memusatkan perhatian mereka pada pengembangan program luar angkasa, termasuk menghentikan bisnis wisata luar angkasa suborbital.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Sumber daya tersebut dialokasikan untuk program pendarat Bulan, Blue Moon, yang bertujuan mengirim misi tanpa awak ke permukaan Bulan.
Program ini merupakan bagian dari persiapan pendaratan astronot dalam program Artemis NASA, dengan pendarat yang telah diuji di Johnson Space Center NASA.
Dengan motto 'Gradatim Ferociter', Blue Origin berupaya melanjutkan proses bertahap untuk menciptakan keunggulan dalam persaingan di sektor luar angkasa.
Dampak Persaingan pada Industri Antariksa
Persaingan antara Musk dan Bezos mempengaruhi industri luar angkasa dan mendorong perusahaan lain untuk terlibat dalam proyek-proyek terkait Bulan.
NASA juga mengalokasikan dana miliaran dolar untuk membangun pendarat-pendarat yang diperlukan dalam misi ke Bulan dan Mars di tengah meningkatnya perhatian di sektor ini.
Menurut Andrew Chanin, CEO ProcureAM, posisi strategis Bulan sangat penting bagi SpaceX dan dapat memengaruhi kontrol proyek luar angkasa mendatang.
Justin Cyrus, CEO Lunar Outpost, juga mencatat bahwa dalam dua tahun terakhir, telah terjadi perubahan pola pikir di antara investor terkait proyek luar angkasa.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: